pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Mahyeldi Ansharullah: Dishub Harus Tertibkan Odong-odong

Written By Unknown on 25 September, 2013 | September 25, 2013

Maraknya keberadaan kendaraan odong-odong yang menjadi salah satu alat transportasi baik untuk tujuan wisata atau hal lain, membuat Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah angkat bicara. Tak tanggung-tanggung, dalam hal ini Mahyeldi meminta secara tegas kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk segera mengambil tindakan dan langkah cepat untuk menertibkan keberadaan odong-odong tersebut.

Dikatakan Mahyeldi Ansharullah, kepada Padang ekspres (group Padang today), menurut pantauan di lapangan saat ini banyak kendaraan odong-odong yang beroperasi di jalan umum, tak sedikit pula masyarakat yang mengeluh dan berkomentar tentang ini, hal ini perlu dipertegas lagi terutama menyangkut dengan aturan odong-odong sendiri, jika memang melanggar aturan maka harus ditindak tegas.

"Kalau memang sudah melanggar aturan main, apalagi sampai kejalanan umum, sudah seharusnya Dishub harus bertindak tegas, karena itu memang sudah wewenang dari Dishub. Jangan tunggu pula banyak komentar baru bertindak," ketus, Mahyeldi, Selasa (24/9).

Lebih lanjut Mahyeldi, keberadaan odong-odong saat ini syarat dengan pelanggaran, kenapa tidak, pertama ada perubahan fungsi dari kendaraan, kedua pengoperasian odong-odong tersebut sama sekali tidak mengantongi izin seperti kendaraan, "semua kendaraan termasuk odong-odong kan juga harus mengantongi izin dari kepolisian," tambah, Mahyeldi. 

Selain itu keberadaan odong-odong juga mengganggu aktivitas umum lainnya, di samping dapat membahayakan penumpang yang rata-rata didominasi anak-anak. Maka dari itu secara tegas Mahyeldi meminta agar dinas perhubungan melakukan koordinasi dengan kepolisian secara maksimal untuk mencari langkah-langkah terbaik dalam rangka penegakan aturan dan pengurangan resiko kerugian dan korban jiwa, jika terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Padang, Raju Minropa mengakui saat ini memang pihaknya belum mengambil tindakan tegas atau penertiban terhadap odong-odong tersebut, yang kita lakukan baru sebatas sosialisasi berupa pelarangan kepada pengusaha dan sopir odong-odong.

“Saat ini kita baru melakukan sosialisasi pelarangan dengan bentuk memberikan surat edaran pada pengusaha dan sopir bahwa usaha yang mereka lakukan itu tidak sah, ini hasil rapat kita dengan forum lalu lintas termasuk polisi,” terangnya.

Walau demikian Raju menambahkan tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan tindakan tegas terhadap keberadaan odong-odong tersebut secara bertahap, setelah itu baru kita lakukan penertiban bersama dengan polisi,” tutupnya. (*)


Sumber : http://padangtoday.com/today/detail/48536?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Keadilan adalah azas dari Kekuasaan



Para ulama kita mengatakan bahwa al ‘adlu asaasul mulki; keadilan merupakan asas kekuasaan. Kalimat emas itu di sebagian negara dijadikan sebagai motto tertulis di kementerian hukum. Menunjukkan bahwa keadilan merupakan segi fundamental dalam kekuasaan dan keberlangsungan eksistensi negara.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Ath Thuruq Al Hikamiyyah Fi As Siyaasah Asy Syar’iyyah berkata: “Menegakkan keadilan di tengah manusia merupakan salah satu tujuan terbesar nizham Islami. Dan bahwasanya hal itu bisa terwujud melalui (penyelesaian) hukum di tengah manusia.”[1]

Ketika keadilan telah hilang maka berakibat kerusakan hukum, moral, sosial, bahkan juga praktek keagamaan. Indonesia menjadi contoh negeri tanpa keadilan. Akibatnya kerusakan terjadi disegala bidang kehidupan.

Kuncinya ada pada para hakim. Saat mereka tidak menyadari dan memahami bahwa urusan qadha` (peradilan) sangat besar bahayanya di dunia dan terutama di akhirat maka hilanglah visi keadilan dari jiwa mereka.

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab As Sunan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa diserahi urusan qadha` (peradilan) atau dijadikan seorang qadhi di tengah manusia maka sungguh dia telah disembelih tanpa pisau.

Maksudnya bahwa orang yang diangkat menjadi qadhi/hakim padahal dia tidak memiliki kelayakan atau dia tidak memutuskan hukum dengan benar maka dia telah celaka dan binasa. Dan dia termasuk qadhi yang diganjar dengan neraka.
Dari Buraidah radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Qadhi itu ada tiga macam. Dua tempatnya di neraka dan satu tempatnya di surga. (Pertama): seorang (qadhi) yang mengetahui kebenaran lalu memutuskan dengannya maka dia di surga. (Kedua): seorang (qadhi) yang mengetahui kebenaran tetapi dia tidak memutuskan dengannya dan berlaku lalim dalam hukum maka dia di neraka. (Ketiga): seorang (qadhi) yang tidak mengetahui kebenaran lalu dia memutuskan untuk orang berdasarkan kebodohan maka dia di neraka.” (HR. Al-Arba’ah, dan dishahihkan oleh Al Hakim).


posted by @Adimin

KPK Verifikasi Kekayaan Cawako dan Cawawako



Untuk memastikan jumlah kekayaan calon walikota (Cawako) dan wakil walikota Padang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan verifikasi langsung ke seluruh calon. Senin (23/9), tim KPK mulai mengundang calon untuk mencocokkan jumlah kekayaan mereka dengan yang telah dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) yang telah diumumkan KPU beberapa waktu lalu. 
Verifikasi ini dilakukan secara bertahap hingga Kamis mendatang.
Hari pertama kemarin, calon yang diundang, yakni Mahyeldi, Wahyu Iramana Putra, Asnawi Bahar, Surya Budhi, Maigus Nasir dan Desri Ayunda. Proses ini dimulai dari pukul 08.00 WIB di salah satu ruangan yang ada di kantor KPU Padang. Masing-masing calon dipanggil dan diperiksa secara tertutup. Media pun tidak bisa mengambil gambar atau melihat proses pemeriksaan. Bahkan komisioner KPU Padang tidak terlibat dalam verifikasi ini.
 
Ketua KPU Padang Alison mengakui kalau tim yang datang ini telah menyampaikan kalau mereka bekerja secara tim. Jadi, KPU hanya diminta menyediakan ruangan dan memberi tahu calon yang akan diverifikasi. Kedatangan tim KPK ini untuk memastikan nilai barang atau aset yang dimiliki calon.
“Jadi, bisa saja nilai kekayaan calon yang telah diumumkan sebelumnya itu berubah. Bisa lebih besar atau kecil, tergantung hasil dari pemeriksaan KPK. Nanti akan diumumkan setelah KPK memberikan hasil kerjanya ke KPU,” ulasnya.
Ketika ditanyakan, apakah kedatangan tim KPK ini menandakan kecurigaan KPK terhadap calon pejabat negara ini? Alison tidak bisa memberikan jawaban pasti, sesuai yang diinformasikan tim KPK ini, mereka datang untuk verifikasi. Tidak ada pembicaraan terkait kecurangan data kekayaan yang diberikan calon-calon ini.
Selain itu, KPK juga memiliki program yang bisa dintegritaskan dengan program KPU Padang. Ini merupakan salah satu agenda yang diintegritaskan dengan KPU. Alison menilai jika tidak mengganggu tahapan yang telah disusun, tidak ada persoalan dengan tawaran KPK untuk memprogram pilkada berintegritas.
Terpisah, Cawako yang telah melakukan verifikasi Asnawi Bahar menjelaskan, kalau dia diminta menjelaskan kembali rincian harta kekayaan yang dimilikinya. Dia menyebutkan, secara rinci sesuai dengan yang dilaporkan sebelumnya. Asnawi Bahar mengakui sepertinya KPK menemukan ketidakcocokan nilai dan diperkirakan nilai kekayaan yang dimilikinya akan menjadi naik.
Asnawi membantah jika ada penambahan objek kekayaan yang ditemui KPK terkait naiknya nilai kekeyaannya. Dia menjelaskan, nilai kekayaan yang dimilikinya ini ditaksir sesuai dengan harga pada saat pelaporan. Tapi dari tim KPK ini, ada sejumlah assetnya yang dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan dirinya.
“Cuma taksiran nilai saja, karena KPK melihat asset tersebut memiliki nilai yang lebih tinggi. Jadi kemungkinan nilai harta kekayaan saya bertambah dibandingkan sebelumnya,” ulasnya.
Pada pelaporan secara administrasi yang telah diumumkan KPU Padang sebelumnya, Asnawi Bahar memiliki kekayaan sekitar Rp16,864 miliar.
Begitu pun dengan Mahyeldi yang sebelumnya melaporkan ‘hanya’ memiliki kekayaan sekitar Rp245,422 juta. Dia tidak mengetahui apakah nanti akan ada perubahan setelah diverifikasi KPK atau tidak.
“Saya telah melaporkan kekayaan saya sesuai ketentuan. Tidak ada yang ditutupi. Silahkan orang lain menilainya,” ujar Mahyeldi. (*)
 
Sumber : http://hariansinggalang.co.id/kpk-verifikasi-kekayaan-cawako-dan-cawawako/ 


posted by @Adimin

Warga Kota Padang Ingin Pemimpin yang Dekat dan Melayani

Written By Sjam Deddy on 24 September, 2013 | September 24, 2013

pkspadang.com, - Pemimpin yang dekat dengan rakyat ternyata menjadi impian dan kerinduan banyak orang. Sebab pemimpin yang dekat dengan rakyat maka sudah bisa merasakan langsung keinginan dan aspirasi rakyat sehingga setiap membuat kebijakan sudah pasti selalu mengedepankan kepentingan rakyat. 

"Selain merakyat, pemimpin yang baik adalah sosok yang mengerti betul setiap jengkal daerah yang akan dipimpinnya sehingga mampu memberikan solusi atas persoalan-persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat," demikian disampaikan Akademisi Universitas Ekasakti, DR. Otong Rosadi,SH,MHum, terkait dengan Pemilihan Walikota pada 30 Oktober mendatang.

Dengan kedekatan yang dimiliki seorang pemimpin terhadap rakyatnya, katanya, komunikasi yang terjalin pun bisa dialogis tanpa melalui sekat-sekat apapun. Sehingga jika ada permasalahan yang terjadi di masyarakat, bisa langsung bicara dengan pemimpinnya. 

"Dan itulah sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan penuh pengabdian kepada masyarakat. Dan sosok seperti itu ada pada Mhayeldi-Emzalmi," ujar Otong dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 28/8).

Tokoh masyarakat Kota Padang, Padang lainnya, H. Oyon, menyatakan masyarakat Inhil membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dan pengalaman di desa-desa serta dekat dengan masyarakat. 

"Pak Mahyeldi saya lihat silaturahminya bagus dan dekat dengan siapa saja karena orangnya tidak membeda-bedakan dan juga sebagian keberhasilan karena hasil dedikasinya contohny KJKS," demikian ungkap Oyon. (008) 
 
 
Sumber:http://minangkabaunews.com/artikel-4116-warga-padang-ingin-pemimpin-yang-dekat-dan-melayani.html 



posted by @Adimin

Jangan Main-Main Dengan DPT

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini, sangat terkejut dengan temuan KPU bahwa terdapat 65 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang masih bermasalah, meski disinyalir sebagian besar masalahnya berasal dari kendala teknis memasukkan data ke aplikasi KPU. Jazuli meminta KPU melakukan langkah-langkah serius dan terukur untuk mengatasi masalah ini mengingat tenggat penetapan DPT pada Kabupaten/Kota sudah ditunda 30 hari dari jadwal semula.

“Angka 65 juta itu besar sekali. KPU harus sangat-sangat serius menyikapi hal ini. Masalah ini harus menjadi alarm merah tanda bahaya bagi penyelenggara. Jangan main-main dengan DPT karena menyangkut kualitas pemilu dan demokrasi kita,” katanya di Senayan Jakarta, Senin (23/9).

Menurut Jazuli alarm tanda bahaya ini sudah mulai muncul ketika Komisi II DPR menggelar Raker dengan KPU, Bawaslu, dan Dirjen Adminduk Kemendagri. Saat itu, masih menurut Ketua DPP PKS ini, terjadi saling klaim soal akurasi dan validasi DPT antara KPU dan Kemendagri. Bahkan, Dirjen Adminduk Kemendagri sempat mengeluarkan statemen keras bahwa Kemendagri tidak menjamin kualitas DPT, yang sedianya akan ditetapkan KPU tanggal 13 September 21013, karena disinyalir tidak didasarkan pada DP4 yang disusun Kemendagri.

“Hasil penyandingan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) KPU dengan DP4 Kemendagri ditemukan ratusan bahkan jutaan data bermasalah dari mulai pemilih ber-NIK yang tidak terdaftar, pemilih ganda, hingga pemilih tanpa NIK, dan lain sebagainya”, jelas Jazuli.

Atas permasalahan tersebut, berdasarkan rekomendasi Komisi II, KPU memutuskan untuk menunda penetapan DPT pada tiap-tiap Kabupaten/Kota selama satu bulan dari jadwal semula (13 September).

“Saya kira temuan 65 juta NIK bermasalah ini adalah kelanjutan dari proses sinkronisasi antara data KPU dengan DP4 Kemendagri. Yang saya prihatin, kenapa lambat prosesnya, bagaimana koordinasi antara KPU dan Kemendagri sehingga baru sekarang masalah diungkap ke publik,” ungkap legislator PKS asal daerah pemilihan Banten III ini.

Lebih lanjut Jazuli meminta KPU dan Kemendagri duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Jika masalahnya teknis aplikasi harus segera dituntaskan. Jangan sampai masalah DPT ini mendeligitimasi hasil pemilu 2014 yang berakibat serius pada kualitas pemilu. “Ingat pemilu 2009 mencatatkan DPT yang bermasalah. Jangan sampai terulang kembali di pemilu 2014,” tandasnya.

Betapapun, Jazuli menambahkan, kita semua prihatin dengan kinerja pemutakhiran daftar pemilih, di sisa waktu perpanjangan jadwal penetapan DPT ini KPU harus bekerja ekstra keras menjamin akurasi DPT dan hak pilih setiap warga - terutama terhadap 65 juta yang bermasalah tersebut. “Jangan sampai ada peluang tangan-tangan jahat yang memanipulasi DPT sehingga merusak demokrasi,” tegas Jazuli mengingatkan. [pks.or.id]

Wawako Padang Resmikan Mushalla Nurush Shalihin SD 21/26 Jati Utara


PADANG – Labor agama atau mushalla merupakan wadah untuk menggerakkan pendidikan berkarakter. Untuk itu, setiap SD di Kota Padang diharapkan memiliki satu ruangan untuk dapat dimanfaatkan sebagai labor agama.

Hal tersebut dikatakan Wawako Padang Mahyeldi Ansharullah kepada Singgalang, Senin (23/9), usai meresmikan Mushalla Nurush Shalihin di Komplek SDN 21/26 Jati Utara. “Apa yang telah digagas oleh SDN 21 dan 26 ini dengan membangun mushalla ini merupakan langkah yang baik untuk pembentukan karakter siswa,” katanya.

Menurut Mahyeldi, pengadaan labor agama di setiap sekolah tidak harus dengan cara membangun bangunan baru, tapi bisa juga dengan memanfaatkan ruangan ataupun lokal yang kosong.

“Kalau memang tidak ada lokal yang bisa dimanfaatkan untuk itu, pihak sekolah juga dapat melakukan kegiatan agama di masjid atau mushalla yang berada di sekitar sekolah. Yang penting kerjasama antara pihak sekolah dan pihak masjid dapat dibangun untuk membentuk siswa yang berkarakter,” katanya.

Kepala SDN 21 Jati Utara, Dahliana mengatakan, adanya pembangunan ini merupakan pergerakan kerjasama dari pihak sekolah, komite dan orangtua siswa. “Kita bersyukur sudah ada mushalla yang nantinya dapat menampung kegiatan keagamaan murid SDN 21/26 Jati Utara,” katanya.

Dikatakan Dahliana, jumlah dana yang digunakan untuk pembangunan labor agama tersebut berjumlah sebesar Rp168 juta. Menurutnya, dana tersebut didapat dari hasil swadaya pihak sekolah, komite dan orangtua siswa. “Di sini juga disediakan celengan untuk para murid menambung dan ikut berpartisipasi pembangunan mushalla,” tukasnya.

Ketua Komite SDN 21 Jati Utara, Irman mengaku bangga dengan peran orangtua siswa dalam membangun labor agama tersebut. Setidaknya, sekitar 80 persen orangtua murid tergolong dalam ekonomi lemah, namun mampu bahu membahu untuk mendirikan musholla senilai ratusan juta rupiah.

“Dana pembangunan tersebut juga didapat dari donatur lainnya. Ke depannya, kita harap juga sempurnanya penggunaan mushalla, baik itu tempat berwudhu serta buku-buku keagamaan,” pungkasnya. (wahyu)


posted by @A.history

Gubernur Sumbar: Hapus Diskriminasi Pada Anak


Padang - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap Hari Anak Nasional, harus dijadikan sebagai momentum untuk menghentikan kekerasan pada anak.

Karena anak sebagai cikal bakal pewaris bangsa, harus mendapatkan dukungan dari segala pihak, mulai dari keluarga, institusi pendidikan sampai masyarakat. Sehingga potensi yang ada di dalam diri seorang anak, bisa dikreasikan dan dikembangkan untuk kesuksesan anak tersebut.

“Kami berharap pada peringatan hari anak nasional ini, semua anak bisa terbebas dari segala macam diskriminasi. Karena bila seorang anak sudah mendapat diskriminasi, maka secara otomatis akan mempengaruhi psikologis anak, dan dampaknya akan tampak pada perkembangan daya fikir, dan kreasi anak,” ujar Irwan Prayitno saat membuka hari anak nasional tingkat Sumbar di Auditorium Gubernuran, Sabtu (21/9).

Lanjutnya lagi, keluarga sebagai komponen yang paling utama, dan pertama dalam membentuk karakter anak, harus melakukan peran sebagaimana semestinya, baik dalam mengajari sopan santun maupun pengetahuan spiritual anak. Sehingga, anak bisa mengetahui hak dan kewajibannya saat berada di tengah-tengah masyarakat.

“Anak harus tahu bersopan santun, baik kepada teman sebaya maupun orang yang jauh di atasnya, seperti di minangkabau tahu dengan kato nan ampek. Jadi dalam hal ini, orangtua lah yang berperan utama dalam mengenalkan sopan santun tersebut,” ungkapnya lagi.

Tambahnya lagi, selain memberikan hak, dan kewajiban anak, orangtua juga harus memberikan kasih sayang, perhatian, cinta kasih, dan kelembutan kepada anak. Karena dengan berbagai perhatian itu, maka seorang anak akan lebih mudah dan lebih bersemangat untuk melakukan berbagai aktivitas nya.

“Dengan demikian, kita berharap di masa yang akan datang anak-anak Sumbar memiliki intelektual yang ditopang dengan spiritual yang tinggi. Namun, semua itu tidak bisa diwujudkan tanpa dukungan semua pihak,” tuturnya. (Hms Sbr/sbb/dakwatuna)



posted by @A.history

Narasi Kemenangan

Written By @Adimin on 23 September, 2013 | September 23, 2013


Mengapa harus sepuluh (10)...???
Karena sepuluh 10 adalah kesempurnaan dalam sebuah penilaian

Mengapa harus sepuluh (10)
Karena  sepuluh (10) adalah nomor yang selalu dipakai striker2 andalan

Mengapa harus sepuluh (10)
Karena sepuluh (10) adalah kesempatan bagi pemimpin idaman

Mengapa harus sepuluh (10)
Karena sepuluh (10) hanya calon pemimpin taat yg bisa jadi jaminan

Mengapa harus sepuluh (10)
Karena sepuluh (10) adalah tanda2 dari kemenangan 10 (baca satu putaran) insyaALLAH . . . . . .

 

by Asdeddy Syam

posted by @Adimin

Mahyeldi yang Saya Kenal

pkspadang.com, Saya akan sedikit bercerita tentang beberapa penggal catatan pengalaman saya berinteraksi dengan sosok bernama Mahyeldi Ansharullah yang saat ini menjabat sebagai sebagai wakil walikota Padang dan kembali mencalonkan diri menjadi calon walikota Padang periode 2013-2018. Nama ini cukup populer di kalangan aktivis dakwah kampus era 90-an di kota Padang, karena Mahyeldi muda pada waktu itu adalah salah seorang Ustadz muda yang aktif mengisi berbagai pelatihan dan atau daurah dakwah kampus yang bersemi di beberapa kampus besar di kota Padang pada periode itu.

Pertemuan saya pertama kali dengan Mahyeldi adalah ketika saya ikut sebagai peserta Orientasi Anggota Baru Unit Kegiatan Dakwah Kampus (UKK) IKIP Padang pada tahun 1995. Mahyeldi Ansharullah adalah nama yang tercatat sebagai salah seorang pembicara pada kegiatan ini. Walaupun bukan sebagai seorang yang memiliki latar belakang pendidikan agama formal, namun semangat Mahyeldi dalam mendakwahkan Islam terlihat sangat menggelora.

Aura semangatnya bisa jelas terlihat dalam setiap hentakan katanya yang menggelegar ketika membahas kondisi ummat Islam yang terpuruk, dan kepeduliannya pada setiap usaha perbaikan generasi muda Islam. Karena semangatnya inilah kemudian belakangan saya dengar dia digelari sebagai ‘Umar’nya dakwah kampus kota Padang pada waktu itu. Semanagat dan pengorbanannya untuk dakwah Islam, misalnya, terlihat dengan keberaniannya naik sepeda motor tua menerobos angin, hujan dan kegelapan malam dari Padang ke Kab. Kericinci ‘hanya’ untuk mengisi sebuah taklim dan pembinaan masyarakat di sana.

Setelah menjadi anggota baru pada kegiatan dakwah kampus IKIP Padang, saya semakin sering bertemu dan berinteraksi dengan beliau. Interaksi itu tidak hanya di ruang-ruang pelatihan di kampus, atau di masjid, namun juga di lapangan terbuka ketika saya beberapa kali bersama beliau dalam kegiatan outound berupa perkemahan. Interaksi saya semakin intens ketika saya pernah tinggal di markas PKS Sumbar dimana waktu itu Mahyeldi adalah ketua umumnya. Saya ikut menjadi ’seksi sibuk’ (baca: bersih-bersih ^_^) sebelum dan setelah pengurus DPW rapat di markas. Kami pernah berkeliling Sumbar bersama tim aksi peduli PKS Sumbar atas musibah banjir dan longsor yang pernah melanda Sumatera Barat pada sekitar tahun 2000.

Selama saya berinteraksi dengan Mahyeldi, salah satu karakter yang menonjol dari beliau - selain semangat berdakwah yang bergelora seperti yang saya sebut di atas - adalah sifat kesederhanaannya dalam bergaul sesama. Dia tidak akan risih berbaur dengan kami para junior yang jauh berada di bawahnya. Kesederhanaan itu sudah terlihat sejak dia menjadi pimpinan Yayasan Pendidikan Al Madani dulu, ketika dia dan keluarga hidup sederhana dan berbaur sangat baik dengan kami mahasiswa. Seorang teman yang pernah berkunjung ke rumah dinas Mahyeldi saat menjabat wakil walikota pernah mengaku ‘risih’ dan ’sungkan’ sekali saat bertemu Mahyeldi, karena dimatanya Mahyeldi ‘terlalu baik’ untuk ukuran seorang pejabat publik. “Dia sangat rendah hati,” kata teman saya itu.

Kepeduliannya terhadap orang lain adalah diantara karakternya. Cukup banyak teman-teman saya yang bercerita bagaimana Mahyeldi dan keluarga pernah membantu kesulitan mereka saat dulu menjadi mahasiswa. Saya dan keluarga juga pernah mengalami ini. Sebuah kepedulian yang mungkin akan tetap saya ingat, meskipun mungkin beliau sendiri sudah lupa.

Ceritanya adalah ketika kami dianugerahkan anak pertama, Raudhatul Jannah. Sebagai keluarga muda yang baru mulai menata kehidupan berumah tangga, kami berusaha hidup mandiri di kota Padang, jauh dari keluarga besar saya dan atau keluarga istri saya. Kemandirian itu berlanjut saat istri saya akan melahirkan anak pertama. Sedikit panik dan gugup, karena itu adalah pengalaman pertama kami mengurus kelahiran bayi, akhirnya bayi itu lahir dengan selamat. Adalah sebuah kebahagiaan sendiri bagi kami bisa melalaui proses kelahiran anak pertama tanpa ‘menyusahkan’ anggota keluarga kami yang lain. Walau tentu, segera setelah kelahiran itu, kami mengabarkan berita gembira itu kepada seluruh keluarga dekat dan beberapa teman.

Dan pagi itu orang tua saya dalam perjalanan dari Pesisir Selatan menuju Padang untuk menjenguk cucunya yang baru lahir. Dan yang bikin surprise adalah selang satu jam setelah kelahiran anak kami, terdengar pintu ruang persalinan dimana istri saya melahirkan diketuk dan terdengar salam. Dan, ternyata yang datang adalah sepasang suami istri, sosok lelaki bersahaja, berjenggot lebat dengan rambut mulai memutih, Mahyeldi Ansharullah bersama istrinya. Waktu itu Mahyeldi adalah ketua DPW PKS Sumbar. Setelah dipersilahkan masuk, Mahyeldi menyalami dan memeluk saya, seraya mengucapkan selamat telah jadi ayah. Saya tentu surprise tak menduga bisa mendapat kunjungan secepat itu. Entah darimana Mahyeldi mendengar berita kelahiran anak kami (mungkin dari SMS yang saya kirim ke beberapa teman). Terus terang, kedatangan Mahyeldi dan keluarga sebagai pihak pertama yang mengunjungi anak kami menjadi catatan tersendiri bagi saya dan keluarga.

Kisah-kisah positif tentang Mahyeldi cukup banyak saya dengar dari teman-teman saya yang lain. Jauh sebelum Jokowi mempopulerkan istilah blusukan, Mahyeldi telah lama mempraktikkannya, bahkan sebelum dia menjadi pejabat publik. Terakhir saya bertemu dengannya ketika mengunjungi dan memberi bantuan untuk warga kota Padang yang menjadi korban gempa sekitar tahun 2007. Setelah itu saya hampir tak pernah bertemu fisik dengannya. Termasuk ketika dia menjadi wakil walikota Padang sekarang.

Entah mengapa, saya punya kecenderungan ‘menghindar’ bertemu dengan orang-orang yang saya kenal ketika mereka menjadi pejabat publik. Termasuk ketika Mahyeldi dan rombongan walikota Padang mengunjungi korban langsor di Tanah Datar beberapa tahun yang lalu. Saya sengaja menutup kepala saya dengan helm gelap, dan berbaur bersama masyarakat yang menyambut kedatangan bapak wakil walikota Padang itu. Dari balik kaca gelap helm, saya perhatikan lelaki asal Bukittinggi itu masih seperti dulu, terlihat bersahaja, berjenggot putih, dan tetap bersemangat seperti saat di kampus dulu.

Saya doakan semoga lelaki ini tetap Istiqomah dengan kebersahajaan ini, tetap sehat dan panjang umur, sehingga bisa semakin berkhidmat kepada Masyarakat. Salam dari saya dan keluarga.

Melbourne, 24/08/2013

Oleh: Afrianto Daud

*http://politik.kompasiana.com/2013/08/24/mahyeldi-yang-saya-kenal-586625.html

posted by @A.history

PKS: Pemilu 2014 Bukan Sekadar Pertaruhan Politik


pkspadang.com, JAKARTA--Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menegaskan Pemilihan Umum 2014 bagi partainya bukan sekadar pertaruhan politik, namun sekaligus menjadi pertaruhan untuk mengukir sejarah.

"Memenangi Pemilu 2014 bagi kita yang hadir di sini dan seluruh kader se-Indonesia serta perwakilan di puluhan negara, merupakan sebuah panggilan sejarah. Ini adalah misi peradaban PKS," kata Anis Matta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Anis Matta menyatakan hal itu di acara Konsolidasi Struktur, Kader, dan Calon Anggota Dewan (CAD) PKS Kalimantan Tengah (Kalteng) di Gedung Tambun Bungai, Palangkaraya, Minggu (22/9) sore.

Dia menjelaskan panggilan sejarah PKS mulai bergulir ketika partai politik tersebut lahir sebagai bagian penting kekuatan reformasi yang turut melepaskan Indonesia dari belenggu status quo orde baru.

Menurut Anis, melanjutkan hasil perjuangan itu PKS akan terus berupaya membangun sinergi bersama kekuatan reformis lainnya. Dia mengatakan targetnya dalam rangka mewujudkan perbaikan berkesinambungan bagi bangsa dan republik tercinta ini.

"Namun, bukan cuma di Indonesia, kita juga berpikir dan berjuang untuk mengupayakan hadirnya kesejahteraan dunia," ujarnya.

Dia menegaskan karena target dan misi besar dimaksud maka seluruh kekuatan yang dimiliki PKS akan ditumpahkan untuk memenangi Pemilu mendatang.

Anis yakin ribuan kadernya yang mengikuti konsolidasi dan bekerja untuk memenangi Pemilu 2014 maka akselerasi pencapaian kesejahteraan tersebut dapat dilakukan.

"Pola pikir kita sekarang bukan sekadar disemangati untuk menaklukkan 'lawan', tetapi lebih dari itu kita hendak tampil untuk turut berkontribusi positif mengendalikan proses perubahan negeri ini," kata Anis.

Dalam pertemuan itu, Anis juga menggarisbawahi pentingnya upaya lebih menyatukan seluruh kekuatan Islam menghadapi Pemilu 2014.

Usai memimpin agenda konsolidasi PKS Kalteng, Anis Matta dan rombongan menggelar pertemuan silaturrahim dengan tokoh ormas setempat. Hadir dalam acara ini, antara lain, tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI), MUI, dan tokoh akademisi.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/09/23/mtk21t-pks-pemilu-2014-bukan-sekadar-pertaruhan-politik

posted by @A.history

Komentar WaWaKo Padang usai Final Indonesia Vs Vietnam

>

posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger