Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 25, 2013
*http://www.dakwatuna.com/2013/06/25/35785/lugas-bersahaja-ala-anis-matta/#axzz2XBz2B0Zv
posted by @A.history
Lugas Bersahaja ‘Ala’ Anis Matta
Written By Unknown on 25 June, 2013 | June 25, 2013
Jakarta - Orasi Politik Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta saat pertama kali ditunjuk sebagai Presiden PKS oleh Majelis Syura awal Februari lalu mampu menggerakkan semangat kader. Sejumlah pilkada di beberapa daerah dimenangkan calon PKS. Apa resep Anis Matta memimpin PKS?
Gaya Anis Matta masih santai. Tak jauh berbeda saat dirinya menjadi Wakil Ketua DPR RI yang telah ia tanggalkan sesaat dirinya ditunjuk sebagai Presiden PKS. Tak nampak wajah kelelahan, padahal hari-harinya sejak menjadi Presiden PKS dihabiskan dengan berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia.
Sejumlah media cetak, elektronik berkesempatan bincang santai dengan Presiden PKS pada akhir pekan lalu. Banyak hal yang ia ungkapkan mulai soal posisi PKS di koalisi, posisi menteri PKS di kabinet hingga soal nasib dirinya terkait kasus Luthfi Hasan Ishaaq.
Gaya Anis Matta masih santai. Tak jauh berbeda saat dirinya menjadi Wakil Ketua DPR RI yang telah ia tanggalkan sesaat dirinya ditunjuk sebagai Presiden PKS. Tak nampak wajah kelelahan, padahal hari-harinya sejak menjadi Presiden PKS dihabiskan dengan berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia.
Sejumlah media cetak, elektronik berkesempatan bincang santai dengan Presiden PKS pada akhir pekan lalu. Banyak hal yang ia ungkapkan mulai soal posisi PKS di koalisi, posisi menteri PKS di kabinet hingga soal nasib dirinya terkait kasus Luthfi Hasan Ishaaq.
Berikut petikan wawancaranya:
Apakah Anda masih merasa di koalisi?
Jawabannya waktu. Sudah diserahkan ke presiden SBY kan. Tapi kalau menurut saya, kita punya pengalaman banyak berbeda dengan koalisi. Seperti century, RUUK DIY, BBM tahun 2012 dan tahun ini. Sepanjang itu tidak ada kejadian apa-apa.
Perbedaan ini tidak lagi menjadi persoalan kita. Ini soal ijtihad saja, dua-dua pihak demi rakyat. Dalam kasus ini tidak ada personal, ini kan tematik. Jadi ya harus disikapi dengan kalem. Selama ini menyikapi perbedaan menjadi urusan personal.
Saat ini, PKS mempertontonkan perbedaan antar kader. Yang paling mencolok soal pandangan tentang penaikan BBM, antara menteri dari PKS dan kader PKS yang silang kata dan pendapat. PKS tak lagi solid?
Hal ini menjadi bias karena sistem yang kita anut adalah presidensialisme, menteri pembantu presiden. Kita memberi ruang menteri untuk mengambil posisinya sesuai dengan konstruksi Hukum Tata Negara. Jadi sudah benar sikap menteri-menteri dari PKS itu.
Tapi partai sebagai yang menjalankan fungsi aspirasi juga sudah benar. Saya tegaskan Majelis Syura tidak pernah mengambil keputusan soal BBM, itu terlalu teknis. Saya menjadi sekretaris Majelis Syura selama 15 tahun, soal BBM tidak pernah dibahas.
Bagaimana posisi Anda sebagai Presiden PKS di tengah-tengah badai?
Saya selalu anggap, politisi itu yang paling penting mengajak. Pekerjaan besar politisi itu adalah industri pemikiran. Saya mempersepsi, media dan politik merupakan industri pemikiran. Politisi kebijakan media kata-kata yang berbentuk cita rasa. Politik membuat regulasi yang mengatur keseluruhan. Tidak ada jalan datar atau badai. Karena politik itu pergulatan pemikiran.
Dianggap badai, karena menerpa personal case. Tapi politik tidak di situ sehingga saya berpikir, tidak ada yang saya anggap badai yang personal. Ada tantangan, bagaimana meningkatkan elektabilitas. Ini teknis, karena tidak menyentuh akar politik, tapi hanya sisi politik tapi pencitraan. Karena soal pencitraan tidak terlalu sulit. Bukan berarti ini gampang. Tapi ini tidak menyentuh pekerjaan politik.
Inti politik, bagaimana berhubungan dengan rakyat, pencitraan menyusul. Komunikasi yang saya lakukan, maka nya saya jalan-jalan. Baik mengajar publik atau menyerap aspirasi. Saya tidak pernah membayangkan, personal case meruntuhkan organisasi. Bahkan clinton karirnya tidak mati karena kasus skandal seks. Jadi publik bisa membedakan, public live dan private live.
Bagaimana dengan sidang LHI (Lutfi Hasan Ishaaq) yang baru dimulai?
Selama masa persidangan, DPP PKS tidak boleh mengomentari. Hanya tim hukum. Saya sudah keliling 2/3 Indonesia, di lapangan (Kasus LHI) tidak jadi perbincangan di lapangan. Semua laporannya sama. Sama sekali tidak dibicarakan oleh publik. Sebabnya, karena terlalu banyak masalah/kasus.
Ada sebab lain, berita korupsi sudah terlalu lama dimuat, over expose.. efek publik tidak terlalu lagi. Ini masalah di industri media. Kita belum punya alat antara opini publik dan media. Hasil survei, apa yang dibicarakan media tidak dibicarakan di bawah. Kita melakukan survei per 3 bulan dan minta laporan daerah.
Jawabannya seragam. Ada efek bagi kader, makin solid, militansi makin naik. Strateginya gak ada yang muluk-muluk, silaturahim saja. Ini politik hubungan manusia saja. Kita mengalami penyimpangan dalam politik. Ketika kata tak dipercaya, maka tatap mata.
Nasib Presiden PKS dan Majelis Syura ditentukan KPK tergantung sidang LHI, apa komentar Anda?
Mudah-mudahan tidak ada masalah.
Bagaimana dengan reshuffle kabinet?
Saya belum dengar apa-apa. Urusan reshuffle merupakan urusan presiden. Saya tidak mau berandai-andai, karena berandai dari setan. Ini jangan dianggap ini masalah terlalu besar. Jangan disebar-sebarkan masalah seperti ini.
Apakah Anda pernah kontak dengan Presiden SBY?
Belum ada momennya. Terakhir saat pengesahan APBN 2012 lalu.
[rf/ind/dakwatuna]
Apakah Anda masih merasa di koalisi?
Jawabannya waktu. Sudah diserahkan ke presiden SBY kan. Tapi kalau menurut saya, kita punya pengalaman banyak berbeda dengan koalisi. Seperti century, RUUK DIY, BBM tahun 2012 dan tahun ini. Sepanjang itu tidak ada kejadian apa-apa.
Perbedaan ini tidak lagi menjadi persoalan kita. Ini soal ijtihad saja, dua-dua pihak demi rakyat. Dalam kasus ini tidak ada personal, ini kan tematik. Jadi ya harus disikapi dengan kalem. Selama ini menyikapi perbedaan menjadi urusan personal.
Saat ini, PKS mempertontonkan perbedaan antar kader. Yang paling mencolok soal pandangan tentang penaikan BBM, antara menteri dari PKS dan kader PKS yang silang kata dan pendapat. PKS tak lagi solid?
Hal ini menjadi bias karena sistem yang kita anut adalah presidensialisme, menteri pembantu presiden. Kita memberi ruang menteri untuk mengambil posisinya sesuai dengan konstruksi Hukum Tata Negara. Jadi sudah benar sikap menteri-menteri dari PKS itu.
Tapi partai sebagai yang menjalankan fungsi aspirasi juga sudah benar. Saya tegaskan Majelis Syura tidak pernah mengambil keputusan soal BBM, itu terlalu teknis. Saya menjadi sekretaris Majelis Syura selama 15 tahun, soal BBM tidak pernah dibahas.
Bagaimana posisi Anda sebagai Presiden PKS di tengah-tengah badai?
Saya selalu anggap, politisi itu yang paling penting mengajak. Pekerjaan besar politisi itu adalah industri pemikiran. Saya mempersepsi, media dan politik merupakan industri pemikiran. Politisi kebijakan media kata-kata yang berbentuk cita rasa. Politik membuat regulasi yang mengatur keseluruhan. Tidak ada jalan datar atau badai. Karena politik itu pergulatan pemikiran.
Dianggap badai, karena menerpa personal case. Tapi politik tidak di situ sehingga saya berpikir, tidak ada yang saya anggap badai yang personal. Ada tantangan, bagaimana meningkatkan elektabilitas. Ini teknis, karena tidak menyentuh akar politik, tapi hanya sisi politik tapi pencitraan. Karena soal pencitraan tidak terlalu sulit. Bukan berarti ini gampang. Tapi ini tidak menyentuh pekerjaan politik.
Inti politik, bagaimana berhubungan dengan rakyat, pencitraan menyusul. Komunikasi yang saya lakukan, maka nya saya jalan-jalan. Baik mengajar publik atau menyerap aspirasi. Saya tidak pernah membayangkan, personal case meruntuhkan organisasi. Bahkan clinton karirnya tidak mati karena kasus skandal seks. Jadi publik bisa membedakan, public live dan private live.
Bagaimana dengan sidang LHI (Lutfi Hasan Ishaaq) yang baru dimulai?
Selama masa persidangan, DPP PKS tidak boleh mengomentari. Hanya tim hukum. Saya sudah keliling 2/3 Indonesia, di lapangan (Kasus LHI) tidak jadi perbincangan di lapangan. Semua laporannya sama. Sama sekali tidak dibicarakan oleh publik. Sebabnya, karena terlalu banyak masalah/kasus.
Ada sebab lain, berita korupsi sudah terlalu lama dimuat, over expose.. efek publik tidak terlalu lagi. Ini masalah di industri media. Kita belum punya alat antara opini publik dan media. Hasil survei, apa yang dibicarakan media tidak dibicarakan di bawah. Kita melakukan survei per 3 bulan dan minta laporan daerah.
Jawabannya seragam. Ada efek bagi kader, makin solid, militansi makin naik. Strateginya gak ada yang muluk-muluk, silaturahim saja. Ini politik hubungan manusia saja. Kita mengalami penyimpangan dalam politik. Ketika kata tak dipercaya, maka tatap mata.
Nasib Presiden PKS dan Majelis Syura ditentukan KPK tergantung sidang LHI, apa komentar Anda?
Mudah-mudahan tidak ada masalah.
Bagaimana dengan reshuffle kabinet?
Saya belum dengar apa-apa. Urusan reshuffle merupakan urusan presiden. Saya tidak mau berandai-andai, karena berandai dari setan. Ini jangan dianggap ini masalah terlalu besar. Jangan disebar-sebarkan masalah seperti ini.
Apakah Anda pernah kontak dengan Presiden SBY?
Belum ada momennya. Terakhir saat pengesahan APBN 2012 lalu.
[rf/ind/dakwatuna]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 25, 2013
Hore PKS lagi Hamil . . . . . . .!
Pikiran idealis kader PKS itu, jika sudah nikah, ya pengin segera
punya anak. Mereka sebut, pengin punya “jundi”, atau tentara alias
serdadu. Maknanya, anak-anak mereka tak lain dan tak bukan adalah tunas
baru bagi dakwah yang otomatis jadi kader inti PKS. Mereka calon tulang
punggung dan penggerak PKS. Bahwa kelak mereka ternyata jadi kader
Demokrat, atau Golkar, atau PDI-P, ya wallohu a’lam (eh, mungkin saja
kok, jika bertugas jadi penyusup).
Saya juga begitu. Tatkala istri hamil, saya selalu bersuka-cita. Tak
beda pada hamilnya yang pertama, kedua, ke-3, dst sampai yang ketujuh.
Saya pikir, makin banyak makin oke. Makin banyak pemikul beban
perjuangan, makin cepat tercapai cita-cita luhur. Soal beratnya
menjalani masa kehamilan ? Soal repotnya beranak banyak ? Tentu saja itu
sudah masuk itung-itungan resiko logis. Sebagai kader PKS, saya dan
istri sudah musyawarah-mufakat beranak banyak, bahkan sejak malam
pertama dulu. So, sudah klik dan klir.
Saya dan semua suami umumnya, tentu berempati saat istri hamil.
Beragam perubahan fisik dan psikis, mendera istri hamil. Efeknya, makan
tak enak, tidur tak nyenyak. Terasa pegal linu di banyak bagian tubuh. 3
bulan menjelang babaran, makin repot membawa perut buncit
kesana-kemari. Sebentar-sebentar pipis karena kandung kemih tertekan
rahim. Sewaktu-waktu meringis karena sang janin menendang-nendang
dinding perut. Menjelang hari H babaran, biasa disertai dag dig dug
kecemasan. Dan bertambah-tambah saat beberapa jam menjelang babaran itu.
Mencermati PKS saat ini, saya teringat masa-masa kehamilan istri
saya. Sangat mirip. Nyaris persis. Toh, individu itu kan alam kecil,
mikrokosmos. Alam nyata kehidupan adalah alam besarnya, makrokosmos.
Alam kecil sering menjadi simbol sederhana makrokosmos. Kekacauan atau
huru-hara besar di kolong langit ini, hakikinya juga bermula dari
galaunya kolong jiwa individu atau segerombolan individu.
Makanya, jika PKS difitnah dan disalahpahami ? Jika PKS dicubit dan
disakiti ? Jika PKS dikhianati dan dibully, dicemooh dan dijadikan
sasaran tembak, dicurigai dan dijadikan tumpahan dengki ? Sehingga
kader-kadernya tak enak makan, tak nyaman tidur ? Pegal linu di relung
hati ? Meringis dongkol melihat bias-bias berita media mainstream ?
Sesungguhnya, semua itu hanyalah isyarat alamiah kehamilan belaka. Ya,
PKS sedang hamil, coy. Dari rahimnya, ‘kan lahir pecinta dan pemilih
baru. Dari rahimnya, ‘kan lahir kemenangan tak terduga. Ayo, buktikan
saat Pemilu nanti pada hari Rabu, 9 April 2014 !
oleh Achmad Fathoni
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 25, 2013
Zaman Ketidakpercayaan
Di zaman ketidakpercayaan ini
Jangan pernah lagi bikin janji-janji
Kalau benar ada api cinta di hatimu
Bakarlah benci yang tlah merampas keadilan
Bakarlah serakah yang tlah merenggut kemakmuran
Jangan pernah lagi bikin janji-janji
Ajak saja orang-orang miskin itu
Bicara tentang negeri yang mereka huni
Ajak saja orang-orang kecil itu
Bicara tentang keadilan dari hukum yang tak ditegakkan
Di zaman ketidakpercayaan ini
Tidur mungkin tak lagi nyenyak
Tetapi tetap diselingi mimpi yang tak terputus
Bahwa suatu saat kata masih bisa punya arti
[Puisi Anis Matta di Liputan 6]
posted by @A.history
Pesan Anis Matta dalam Puisinya: "Zaman Ketidakpercayaan"
Zaman Ketidakpercayaan
Di zaman ketidakpercayaan ini
Jangan pernah lagi bikin janji-janji
Kalau benar ada api cinta di hatimu
Bakarlah benci yang tlah merampas keadilan
Bakarlah serakah yang tlah merenggut kemakmuran
Jangan pernah lagi bikin janji-janji
Ajak saja orang-orang miskin itu
Bicara tentang negeri yang mereka huni
Ajak saja orang-orang kecil itu
Bicara tentang keadilan dari hukum yang tak ditegakkan
Di zaman ketidakpercayaan ini
Tidur mungkin tak lagi nyenyak
Tetapi tetap diselingi mimpi yang tak terputus
Bahwa suatu saat kata masih bisa punya arti
[Puisi Anis Matta di Liputan 6]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 25, 2013
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk dalam koalisi. Tetapi, saat sejumlah partai dalam koalisi mendukung kenaikan bahan bakar minyak (BBM), PKS menentang keputusan tersebut.
Akibat penolakan tersebut, isunya PKS terancam dikeluarkan dari koalisi. Tetapi, menurut Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby memprediksi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan partai koalisi lainnya tidak akan berani mengeluarkan PKS dari koalisi.
"Mengapa? Karena SBY dan partai koalisi harus berhati-hati menyikapi manuver politik PKS yang merupakan isu populis, yaitu menolak keputusan kenaikan BBM, yang mayoritas masyarakat juga menolak," kata Adjie kepada VIVAnews, di Kantor LSI, Jakarta, Minggu, 23 Juni 2013.
Adjie menambahkan, jika dikeluarkannya PKS hanya karena alasan penolakan kenaikan BBM, maka akan membuat masyarakat menjadi lebih simpati kepada kubu PKS.
"Jadi saya rasa Presiden SBY dan partai koalisi harus berhati-hati jika ingin mengeluarkan PKS dari koalisi," ujarnya. [viva.co.id]
posted by @A.history
LSI: Koalisi Tidak Akan Berani Keluarkan PKS
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk dalam koalisi. Tetapi, saat sejumlah partai dalam koalisi mendukung kenaikan bahan bakar minyak (BBM), PKS menentang keputusan tersebut.
Akibat penolakan tersebut, isunya PKS terancam dikeluarkan dari koalisi. Tetapi, menurut Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby memprediksi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan partai koalisi lainnya tidak akan berani mengeluarkan PKS dari koalisi.
"Mengapa? Karena SBY dan partai koalisi harus berhati-hati menyikapi manuver politik PKS yang merupakan isu populis, yaitu menolak keputusan kenaikan BBM, yang mayoritas masyarakat juga menolak," kata Adjie kepada VIVAnews, di Kantor LSI, Jakarta, Minggu, 23 Juni 2013.
Adjie menambahkan, jika dikeluarkannya PKS hanya karena alasan penolakan kenaikan BBM, maka akan membuat masyarakat menjadi lebih simpati kepada kubu PKS.
"Jadi saya rasa Presiden SBY dan partai koalisi harus berhati-hati jika ingin mengeluarkan PKS dari koalisi," ujarnya. [viva.co.id]
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 25, 2013
posted by @A.history
SBY diyakini tetap pertahankan menteri asal PKS
Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti meyakini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan mencopot menteri-menteri Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menteri tersebut justru akan digunakan SBY sebagai jembatan komunikasi kepada PKS.
"Begitu pula sebaliknya PKS mempertahankan menterinya untuk berkomunikasi dengan SBY," ujarnya kepada Sindonews, Minggu (23/6/2013) malam.
Menurut Ray, bila SBY mencopot menteri-menteri asal PKS maka menimbulkan permasalahan baru. Ia mengatakan konflik akan muncul ketika posisi menteri tersebut lowong.
"Siapa yang mengisi Demokrat atau Golkar? Kalau Demokrat ambil semua maka Golkar akan cari gara-gara," tuturnya.
Karena itu, Ray melihat SBY serba salah karena pengisian kursi menteri yang ditinggal PKS tidaklah mudah. Jika komposisi pembagiannya tidak tepat atau diisi orang yang salah, maka akan menimbulkan sentimen baru di dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).
"Menurut saya biarkan PKS keluar tapi menterinya tetap dan mempertahankan stabilitas kekuatan politik," katanya.
Ray mengungkapkan PKS kini sedang bergembira karena citranya naik setelah sikapnya menolak kenaikkan BBM. [sindonews]
"Begitu pula sebaliknya PKS mempertahankan menterinya untuk berkomunikasi dengan SBY," ujarnya kepada Sindonews, Minggu (23/6/2013) malam.
Menurut Ray, bila SBY mencopot menteri-menteri asal PKS maka menimbulkan permasalahan baru. Ia mengatakan konflik akan muncul ketika posisi menteri tersebut lowong.
"Siapa yang mengisi Demokrat atau Golkar? Kalau Demokrat ambil semua maka Golkar akan cari gara-gara," tuturnya.
Karena itu, Ray melihat SBY serba salah karena pengisian kursi menteri yang ditinggal PKS tidaklah mudah. Jika komposisi pembagiannya tidak tepat atau diisi orang yang salah, maka akan menimbulkan sentimen baru di dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).
"Menurut saya biarkan PKS keluar tapi menterinya tetap dan mempertahankan stabilitas kekuatan politik," katanya.
Ray mengungkapkan PKS kini sedang bergembira karena citranya naik setelah sikapnya menolak kenaikkan BBM. [sindonews]
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 24, 2013
1. Demokrat 42,56%
2. PPP 40,06%,
3. PKB 39,65%,
4. PAN 38,21%
5. Golkar 35,81%
6. PKS 32,56%
Bagaimana dengan kinerja Menteri secara perorangan ? Berdasarkan survei LSN, justru Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menko Perekonomianlah yang kinerjanya paling buruk,menyusul Menteri Keuangan dan Menteri agama.
Dari sisi kinerja maka publik lebih puas dengan kinerja menteri PKS dari pada menteri dari partai lain. Begitu juga departemen yang dipimpin oleh PKS cendrung lebih bersih dari partai lain. Tidak itu saja, penghargaan internasional FAO untuk Indonesia, salah satunya hasil kerja keras dari menteri pertanian dari PKS. Jadi wajar saja bila SBY bingung untuk memecat Menteri-Menteri dari PKS
Inilah Rahasia SBY Tidak Pecat Menteri dari PKS
Written By @Adimin on 24 June, 2013 | June 24, 2013
Hubungan Presiden dan Mentrinya adalah hubungan
profesionalisme dan Kinerja, bukan hubungan politik. Walaupun
ketergabungan mereka dalam pemerintahan awalnya berasal dari hubungan
Politik. Jadi walau secara politik PKS dan SBY berseberangan, namun
dalam urusan pemecatan Menteri maka haruslah berdasarkan kinerja menteri
itu sendiri. Itulah yang profesional. Bila berkaitan dengan kinerja
Menteri, berdasarkan survei LSI, kinerja Menteri-Menteri PKS justru yang
paling memuaskan. Tingkat ketidakpuasan publik terbesar justru
berasal dari menteri-menteri Demokrat. Yaitu, menteri yang berasal dari
partai SBY sendiri. Berikut urutan ketidakpuasan publik terhadap
kinerja mentri dari partai, hasil survei LSI :
kinerja mentri dari partai, hasil survei LSI :
1. Demokrat 42,56%
2. PPP 40,06%,
3. PKB 39,65%,
4. PAN 38,21%
5. Golkar 35,81%
6. PKS 32,56%
Bagaimana dengan kinerja Menteri secara perorangan ? Berdasarkan survei LSN, justru Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menko Perekonomianlah yang kinerjanya paling buruk,menyusul Menteri Keuangan dan Menteri agama.
Bagaimana dengan penyelewengan anggaran
kementerian ? Hasil penelitian Fitra, dari 36 kementerian dan lembaga
negara yang melakukan penyelewengan anggaran. Dari 11 departeman dan
lembaga yang terbesar melakukan penyelewengan, tidak ada satu pun
kementerian yang dipimpin oleh kader PKS masuk dalam daftar tersebut.
Berikut 11 terbesar dari penyelewengan adalah sbb :
Berikut 11 terbesar dari penyelewengan adalah sbb :
- Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.5.938.049.057
- Kementerian Tenaga kerja dan Transmigarasi dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.4.515.281.738
- Kementerian keuangaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.537.453.076
- Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.470.846.383
- Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.2.551.062.985
- Kementerian Agama dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.792.895.663
- Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.555.118.598
- Badan Pertanahaan Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.420.884.887
- Badan Nasional Penempatan Perlindungaan Tenaga kerja Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.391.956.389
- Kementerian Koperasi dan Usaha kecil dan menengah dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.033.809.400
- Badan Narkotika Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.810.228.015.
Dari sisi kinerja maka publik lebih puas dengan kinerja menteri PKS dari pada menteri dari partai lain. Begitu juga departemen yang dipimpin oleh PKS cendrung lebih bersih dari partai lain. Tidak itu saja, penghargaan internasional FAO untuk Indonesia, salah satunya hasil kerja keras dari menteri pertanian dari PKS. Jadi wajar saja bila SBY bingung untuk memecat Menteri-Menteri dari PKS
Oleh: Nasrulloh (Kompasianer)
kabarpks
kabarpks
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 24, 2013
LaTahzan
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/gaya-sufi/13/04/02/mkmgru-galau-inilah-obatnya-ala-aid-alqarni
posted by @Adimin
Anda lagi GALAU..?? Inilah Obat Ala Syaikh 'Aid Alqarni.
Anda gelisah, galau, gundah gulana atas permasalahan yang membuat hati
tidak tenang? Dr A’id AlQarni dalam karangan fenomenalnya La Tahzan mengupas salah satu penyakit hati tersebut.
Bagi Alqarni, tiada suatu amal pun yang lebih melapangkan dada dan lebih membesarkan pahala, selain berdzikir mengingat Allah.
“Berdzikirlah kalian kepada-Ku. niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Albaqarah: 132),'' jelas Alqarni mengutip sebuah ayat Alquran.
Dzikirullah adalah surga Allah yang ada di bumi-Nya. Barang siapa yang tidak memasukinya, niscaya dia tidak akan memasuki surga-Nya di akhirat nanti.
Dzikrullah adalah penyelamat jiwa dari kepayahan, kelelahan, dan keguncangannya. Bahkan, ia merupakan jalan yang mudah dan singkat untuk meraih setiap keberuntungan dan keberhasilan.
Bacalah dengan tekun lembaran-lembaran wahyu agar dapat merasakan keuntungan berdzikir. Cobalah pengobatannya selama beberapa waktu agar dapat memperoleh kesembuhan.
Dengan berdzikir kepada Allah, akan terenyahkan berbagai awan ketakutan, kepanikan, kesusahan, dan kesedihan. Dengan berdzikir, akan lenyaplah segunung kesusahan, duka cita, dan kemurungan.
Tidaklah mengherankan bila ahli dzikir hatinya tenang dan tenteram, karena dzikir memang sumber utama dari ketenangan dan ketenteraman.
Akan tetapi, hal yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-orang yang lalai dari dzikir dapat menjalani hidupnya dengan tenang.
Firman Allah SWT, “Mereka benda mati tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui kapan diri mereka akan dibangkitkan. ” (QS. 16:21).
Wahai orang yang mengeluh karena tidak bisa tidur, menangis karena pedih, dan mengeluh karena didera bermacam-macam musibah dan tertimpa oleh berbagai macam bencana, serulah dengan memanggil nama-Nya yang suci.
Firman Allah SWT, “Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang setara dengan Dia?"(QS. 19:65).
Dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT, akan terasa lapanglah pikiran. Demikian juga hati akan terasa tenang, jiwa akan terasa bahagia, perasaan akan terasa senang.
Hal itu disebabkan dzikir kepada Allah mengandung pengertian tawakkal kepada-Nya, percaya kepada-Nya, berpegang kepada-Nya, kembali kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menanti kemudahan dari-Nya.
Allah Maha dekat apabila diseru. Dia Maha Mendengar apabila dipanggil, Maha Memperkenankan apabila diminta. Oleh sebab itu, rendahkan diri serta tunduk dan patuhlah di hadapan-Nya.
Sebutlah nama-Nya yang baik lagi mengandung barakah oleh lisan Anda dengan mengesakan, memuji, menyanjung, berdo'a, meminta, dan memohon ampun kepada-Nya. Niscaya akan ditemukan kebahagiaan, keamanan, kesenangan, cahaya, dan kegembiraan berkat pertolongan dan kekuatan-Nya.
“Maka Allah memberikan kepada mereka pahala dunia dan pahala terbaik di akhirat.”(QS. 3:148)
Bagi Alqarni, tiada suatu amal pun yang lebih melapangkan dada dan lebih membesarkan pahala, selain berdzikir mengingat Allah.
“Berdzikirlah kalian kepada-Ku. niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Albaqarah: 132),'' jelas Alqarni mengutip sebuah ayat Alquran.
Dzikirullah adalah surga Allah yang ada di bumi-Nya. Barang siapa yang tidak memasukinya, niscaya dia tidak akan memasuki surga-Nya di akhirat nanti.
Dzikrullah adalah penyelamat jiwa dari kepayahan, kelelahan, dan keguncangannya. Bahkan, ia merupakan jalan yang mudah dan singkat untuk meraih setiap keberuntungan dan keberhasilan.
Bacalah dengan tekun lembaran-lembaran wahyu agar dapat merasakan keuntungan berdzikir. Cobalah pengobatannya selama beberapa waktu agar dapat memperoleh kesembuhan.
Dengan berdzikir kepada Allah, akan terenyahkan berbagai awan ketakutan, kepanikan, kesusahan, dan kesedihan. Dengan berdzikir, akan lenyaplah segunung kesusahan, duka cita, dan kemurungan.
Tidaklah mengherankan bila ahli dzikir hatinya tenang dan tenteram, karena dzikir memang sumber utama dari ketenangan dan ketenteraman.
Akan tetapi, hal yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-orang yang lalai dari dzikir dapat menjalani hidupnya dengan tenang.
Firman Allah SWT, “Mereka benda mati tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui kapan diri mereka akan dibangkitkan. ” (QS. 16:21).
Wahai orang yang mengeluh karena tidak bisa tidur, menangis karena pedih, dan mengeluh karena didera bermacam-macam musibah dan tertimpa oleh berbagai macam bencana, serulah dengan memanggil nama-Nya yang suci.
Firman Allah SWT, “Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang setara dengan Dia?"(QS. 19:65).
Dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT, akan terasa lapanglah pikiran. Demikian juga hati akan terasa tenang, jiwa akan terasa bahagia, perasaan akan terasa senang.
Hal itu disebabkan dzikir kepada Allah mengandung pengertian tawakkal kepada-Nya, percaya kepada-Nya, berpegang kepada-Nya, kembali kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menanti kemudahan dari-Nya.
Allah Maha dekat apabila diseru. Dia Maha Mendengar apabila dipanggil, Maha Memperkenankan apabila diminta. Oleh sebab itu, rendahkan diri serta tunduk dan patuhlah di hadapan-Nya.
Sebutlah nama-Nya yang baik lagi mengandung barakah oleh lisan Anda dengan mengesakan, memuji, menyanjung, berdo'a, meminta, dan memohon ampun kepada-Nya. Niscaya akan ditemukan kebahagiaan, keamanan, kesenangan, cahaya, dan kegembiraan berkat pertolongan dan kekuatan-Nya.
“Maka Allah memberikan kepada mereka pahala dunia dan pahala terbaik di akhirat.”(QS. 3:148)
LaTahzan
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/gaya-sufi/13/04/02/mkmgru-galau-inilah-obatnya-ala-aid-alqarni
posted by @Adimin
June 24, 2013
posted by @Adimin
Kemenangan RIDO, Tanda Masyarakat Masih Percaya PKS
Menyambut kemenangan pasangan Ridwan Kamil - Oded Danial dalam pemilihan
Wali Kota Bandung, ahad (23/6/2013), Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate
Komaruddin mengatakan bahwa kemenangan ini menandakan masyarakat masih
mempercayai partainya.
Tate Komaruddin menilai pasangan nomor urut empat itu merupakan pasangan yang bisa berkoordinasi dengan baik ketika menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Bandung periode 2013-2018.
"Ibu Kota seperti Bandung itu harus punya kualitas dibanding kota lain, saya lihat akan ada koordinasi yang bagus antara Ridwan dan Oded sebagai Wakil dan Walikota Bandung,” ujarnya usai konferensi pers Hitung Cepat Media Center RIDO di Hotel Trans Luxury, Bandung.
Menurutnya, kolaborasi Ridwan-Oded bisa membuat pembangunan Bandung menjadi lebih cepat.
Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh Media Center pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO), pasangan yang diusung oleh PKS itu unggul dengan raihan suara sebesar 45,56 persen, disusul oleh Edi Siswadi-Erwan Setiawan dengan perolehan 17,34 persen. Sementara, Ayi Vivananda-Nani Suryani mendapat 15,31 persen.
Hasil ini sesuai dengan quick count lembaga survey lain.
Tate Komaruddin menilai pasangan nomor urut empat itu merupakan pasangan yang bisa berkoordinasi dengan baik ketika menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Bandung periode 2013-2018.
"Ibu Kota seperti Bandung itu harus punya kualitas dibanding kota lain, saya lihat akan ada koordinasi yang bagus antara Ridwan dan Oded sebagai Wakil dan Walikota Bandung,” ujarnya usai konferensi pers Hitung Cepat Media Center RIDO di Hotel Trans Luxury, Bandung.
Menurutnya, kolaborasi Ridwan-Oded bisa membuat pembangunan Bandung menjadi lebih cepat.
Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh Media Center pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO), pasangan yang diusung oleh PKS itu unggul dengan raihan suara sebesar 45,56 persen, disusul oleh Edi Siswadi-Erwan Setiawan dengan perolehan 17,34 persen. Sementara, Ayi Vivananda-Nani Suryani mendapat 15,31 persen.
Hasil ini sesuai dengan quick count lembaga survey lain.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 24, 2013
posted by @A.history
Hermanto: Terkait Kebakaran Hutan di Riau, Pemerintah Harus Bertindak Tegas & Cepat
Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mendesak pemerintah menindak tegas terhadap perusahaan yang apabila secara sengaja atau lalai telah mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan di Propinsi Riau Pulau Sumatera. Kebakaran hutan ini jelas akan merusak lingkungan. Apalagi kebakaran yang melanda kawasan hutan di Riau telah berdampak luas ke wilayah ASEAN.
“Kami minta pemerintah melakukan langkah-langkah yang cepat dan terkoordinasi untuk segera mengatasi kebakaran hutan ini sebelum semakin berdampak luas. Selain itu, pemerintah harus melakukan pengawasan yang ketat dengan melakukan investigasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawan hutan ini”, jelas Anggota FPKS ini, seperti tertulis dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews,com, Minggu (23/6/2013).
Hermanto mengingatkan bahwa sesuai dengan visi pmbangunan kehutanan, yaitu “Hutan Lestari Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan”. Maka, pemerintah harus sungguh-sungguh melaksanakan amanat ini. “Karena untuk memulihkan kondisi hutan yang telah rusak akibat kebakaran diperlukan energi yang berlipat ganda. Kan lebih baik kita mencegah daripada mengatasi dampak yang sudah terjadi”, tegasnya. [tribunnews.com]
“Kami minta pemerintah melakukan langkah-langkah yang cepat dan terkoordinasi untuk segera mengatasi kebakaran hutan ini sebelum semakin berdampak luas. Selain itu, pemerintah harus melakukan pengawasan yang ketat dengan melakukan investigasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawan hutan ini”, jelas Anggota FPKS ini, seperti tertulis dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews,com, Minggu (23/6/2013).
Hermanto mengingatkan bahwa sesuai dengan visi pmbangunan kehutanan, yaitu “Hutan Lestari Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan”. Maka, pemerintah harus sungguh-sungguh melaksanakan amanat ini. “Karena untuk memulihkan kondisi hutan yang telah rusak akibat kebakaran diperlukan energi yang berlipat ganda. Kan lebih baik kita mencegah daripada mengatasi dampak yang sudah terjadi”, tegasnya. [tribunnews.com]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 24, 2013
posted by @A.history
Anis Byarwati: RKI Program Nasional DPP PKS Untuk Wujudkan Ketahanan Keluarga Indonesia
![]() |
| Anis Byarwati Ketua Bid. Perempuan DPP PKS |
Jakarta - Pada masa perang kemerdekaan melawan penjajah, bangsa Indonesia dikenal memiliki karakter yang kuat.
Hal itu, dilihat dari keberanian yang luar biasa untuk melawan penjajah meski berbekal senjata seadanya, yaitu bambu runcing. Dengan slogan “merdeka atau mati”, para pejuang Indonesia siap bertempur memperjuangkan kebebasan dan harga diri bangsa. Tiada keluhan dan tiada berpangku pangan, meski sumber daya sangat terbatas.
Bandingkanlah dengan kondisi karakter bangsa saat ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tak seiring dengan semakin kuatnya karakter bangsa, justru sebaliknya. Benih-benih memudarnya kekuatan karakter bangsa sudah nampak. Korupsi yang tak habis-habis, maraknya tawuran remaja maupun tawuran warga, perang antar suku, budaya suap menyuap, dan banyaknya pelajar/mahasiswa yang menjadi penyalahguna narkoba adalah sejumlah indikator yang menunjukkan mulai melemahnya karakter bangsa Indonesia. Mengapa ini terjadi?
“Tak dipungkuri kekuatan karakter bangsa Indonesia di masa perjuangan kemerdekaan berasal dari kuatnya ketahanan keluarga para pejuang kemerdekaan. Karakter bangsa berbanding lurus dengan karakter bangsa. Jika karakter keluarga kuat maka karakter bangsapun akan kuat. Sementara kondisi saat ini, ketahanan keluarga Indonesia mulai berada dalam ambang kerapuhan”, kata Anis Byarwati, Ketua Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera, Minggu (23/6/2013).
Lebih lanjut, Anis menguraikan bahwa di masa perjuangan kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki Cut Nyak Dien, seorang srikandi Aceh yang sejak muda telah berjuang melawan Belanda bersama suaminya. Kekompakan dalam berkeluarga dan kesamaan dalam perjuangan telah menjadi inspirasi dan semangat yang kuat bagi Cut Nyak Dien untuk tidak pantang menyerah melawan penjajah Belanda. Begitu pula dengan keluarga KH. Ahmad Dahlan, keberhasilannya dalam mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat tidak luput dari peran aktif istrinya, Siti Walidah dalam menguatkan ketahanan keluarganya dan berperan aktif dalam perjuangan.
Bandingkan dengan kondisi keluarga Indonesia saat ini. Anis mengutip data dari Badan Urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) yang mencatat bahwa sejak 2005 angka perceraian di Indonesia meningkat di atas 10% setiap setahunnya. “Bahkan data dari hasil konsultasi klien psikolog menyebutkan 3 dari 10 pernikahan di Indonesia berakhir dengan perceraian”, jelas Anis penuh keprihatinan.
“Saat ini keluarga Indonesia mengalami terpaan ujian. Oleh karena itu, menjadi komitmen kita, anak-anak bangsa untuk berjuangkan mengokohkannya”, ujar Anis lagi.
Anis mengatakan keluarga adalah wahana penopang bangsa. Keluarga adalah entitas sekaligus aset vital yang perlu diayomi, ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya, karena keluarga adalah rumah jiwa bangsa. Oleh karena itu, dalam rangka memaknai Hari Keluarga Nasional (HKN) 2013, Bidang Perempuan DPP PKS kembali mengajak semua masyarakat dan elemen bangsa untuk bersama-sama bergandengan tangan memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.
“Tidak kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan, termasuk tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah upaya memperkuat simpul simpul ikatan dalam keluarga, bangsa tanpa keluarga bagaikan bangunan mewah tak berjiwa. Keluarga tanpa perlindungan negara juga bagaikan rumah renta dilanda badai”, tutup Anis.
Perempuan PKS sendiri, sejak beberapa tahun belakangan ini, secara aktif telah melakukan berbagai upaya meningkatkan ketahanan keluarga Indonesia di tingkat akar rumput. Melalui Program Keluarga Berkualitas, Perempuan PKS di seluruh Indonesia telah mendirikan Rumah Keluarga Indonesia (RKI), sebuah wadah bagi keluarga Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan mengikat simpul-simpul keharmonisan keluarga.
Selain itu, perempuan PKS juga telah memiliki program Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKa) yang bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga Indonesia. RKI dan Pos EKa telah berdiri di 33 provinsi di Indonesia. Hal yang tak kalah penting yang sudah dilakukan oleh perempuan PKS adalah melakukan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan keluarga. Sosialiasi ini telah dilakukan di lebih dari 20 provinsi di Indonesia. [m.inilah.com]
Hal itu, dilihat dari keberanian yang luar biasa untuk melawan penjajah meski berbekal senjata seadanya, yaitu bambu runcing. Dengan slogan “merdeka atau mati”, para pejuang Indonesia siap bertempur memperjuangkan kebebasan dan harga diri bangsa. Tiada keluhan dan tiada berpangku pangan, meski sumber daya sangat terbatas.
Bandingkanlah dengan kondisi karakter bangsa saat ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tak seiring dengan semakin kuatnya karakter bangsa, justru sebaliknya. Benih-benih memudarnya kekuatan karakter bangsa sudah nampak. Korupsi yang tak habis-habis, maraknya tawuran remaja maupun tawuran warga, perang antar suku, budaya suap menyuap, dan banyaknya pelajar/mahasiswa yang menjadi penyalahguna narkoba adalah sejumlah indikator yang menunjukkan mulai melemahnya karakter bangsa Indonesia. Mengapa ini terjadi?
“Tak dipungkuri kekuatan karakter bangsa Indonesia di masa perjuangan kemerdekaan berasal dari kuatnya ketahanan keluarga para pejuang kemerdekaan. Karakter bangsa berbanding lurus dengan karakter bangsa. Jika karakter keluarga kuat maka karakter bangsapun akan kuat. Sementara kondisi saat ini, ketahanan keluarga Indonesia mulai berada dalam ambang kerapuhan”, kata Anis Byarwati, Ketua Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera, Minggu (23/6/2013).
Lebih lanjut, Anis menguraikan bahwa di masa perjuangan kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki Cut Nyak Dien, seorang srikandi Aceh yang sejak muda telah berjuang melawan Belanda bersama suaminya. Kekompakan dalam berkeluarga dan kesamaan dalam perjuangan telah menjadi inspirasi dan semangat yang kuat bagi Cut Nyak Dien untuk tidak pantang menyerah melawan penjajah Belanda. Begitu pula dengan keluarga KH. Ahmad Dahlan, keberhasilannya dalam mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat tidak luput dari peran aktif istrinya, Siti Walidah dalam menguatkan ketahanan keluarganya dan berperan aktif dalam perjuangan.
Bandingkan dengan kondisi keluarga Indonesia saat ini. Anis mengutip data dari Badan Urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) yang mencatat bahwa sejak 2005 angka perceraian di Indonesia meningkat di atas 10% setiap setahunnya. “Bahkan data dari hasil konsultasi klien psikolog menyebutkan 3 dari 10 pernikahan di Indonesia berakhir dengan perceraian”, jelas Anis penuh keprihatinan.
“Saat ini keluarga Indonesia mengalami terpaan ujian. Oleh karena itu, menjadi komitmen kita, anak-anak bangsa untuk berjuangkan mengokohkannya”, ujar Anis lagi.
Anis mengatakan keluarga adalah wahana penopang bangsa. Keluarga adalah entitas sekaligus aset vital yang perlu diayomi, ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya, karena keluarga adalah rumah jiwa bangsa. Oleh karena itu, dalam rangka memaknai Hari Keluarga Nasional (HKN) 2013, Bidang Perempuan DPP PKS kembali mengajak semua masyarakat dan elemen bangsa untuk bersama-sama bergandengan tangan memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.
“Tidak kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan, termasuk tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah upaya memperkuat simpul simpul ikatan dalam keluarga, bangsa tanpa keluarga bagaikan bangunan mewah tak berjiwa. Keluarga tanpa perlindungan negara juga bagaikan rumah renta dilanda badai”, tutup Anis.
Perempuan PKS sendiri, sejak beberapa tahun belakangan ini, secara aktif telah melakukan berbagai upaya meningkatkan ketahanan keluarga Indonesia di tingkat akar rumput. Melalui Program Keluarga Berkualitas, Perempuan PKS di seluruh Indonesia telah mendirikan Rumah Keluarga Indonesia (RKI), sebuah wadah bagi keluarga Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan mengikat simpul-simpul keharmonisan keluarga.
Selain itu, perempuan PKS juga telah memiliki program Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKa) yang bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga Indonesia. RKI dan Pos EKa telah berdiri di 33 provinsi di Indonesia. Hal yang tak kalah penting yang sudah dilakukan oleh perempuan PKS adalah melakukan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan keluarga. Sosialiasi ini telah dilakukan di lebih dari 20 provinsi di Indonesia. [m.inilah.com]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 24, 2013
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/23/sisi-lain-presiden-pks-anis-mata-571386.html
posted by @A.history
Sisi Lain Presiden PKS Anis Mata
![]() |
| Foto Liputan 6 |
Baru saja menonton acara sisi lain Anis Mata di SCTV. Pak Anis Mata di wawancara wartawati cantik televisi itu dalam keadaan santai dan ceria. Beliau baru saja sedang bermain futsal. Semoga ini bukan pencitraan. Sebab apapun yang dilakukan oleh presiden PKS ini, selalu saja menjadi buah bibir. Mulai dari kasus poligami sampai masalah kesejahteraan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sekarang dipimpinnya sedang mendapatkan banyak sorotan publik.
Bagus banget wawancaranya, dan pak Anis Mata menjawab semua pertanyaan itu dengan santainya. Lalu pak Anis Mata diminta menunjukkan hasil karya tulisnya yang berupa buku. Sudah 10 buah buku hasil karyanya. Beliaupun didaulat untuk membaca puisi politik hasil karyanya sendiri. Semoga rekamannya dipublikasikan di youtube sehingga dapat ditonton oleh mereka yang belum sempat menontonnya. Bisa gak ya?
Di akhir wawancara, Pak Anis Mata didaulat untuk membuat 2 kata tentang Indonesia. Lalu keluarlah kalimat Firdaus yang hilang. Wah super sekali pak Anis Mata ini. Dengan baju kaos kuning dan bernomor 3 dibagian lengan, nampak jelas ada sedikit aroma kampanye di sana. Seolah-olah ingin mengatakan, “pilihlah nomor 3 di pemilu 2014 nanti!” hehehe.
Saya menanggapi posiitif tayangan sisi lain pak Anis Mata ini. Biarkan penonton menilai. Di jaman ketidakpercayaan ini, jangan pernah buat janji, tetapi tunjukkan bukti. Itulah beberapa bait yang masih saya ingat dari puisi karya pak Anis mata yang dibacakannya. Wah bagus banget kedengarannya. Rupanya beliau sudah melihat apa yang sesungguhnya terjadi. Semoga ini bisa menjadi introspeksi bagi para kader PKS untuk senantiasa berprestasi. Bekerja untuk kemakmuran rakyat dan bukan kemakmuran partainya.
Mungkinkah Pak Anis Mata akan menjadi tokoh Indonesia berikutnya? Kita lihat saja aliran sungai politik yang terus mengalir hingga ke laut pemilihan umum. Sisi lain presiden PKS Anis Mata membuat saya menjadi semakin terbuka untuk mengenalnya lebih dekat. Bahkan sangat dekat. Bukan untuk memilihnya menjadi presiden, tetapi menyandingkannya dengan Jokowi. Mungkinkah? Saya hanya bisa tersenyum saja di layar kaca, hahaha.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/23/sisi-lain-presiden-pks-anis-mata-571386.html
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN










