pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Masjid Al Aqsha, Jangan Hilang Fokus

Written By neobattosai on 03 August, 2017 | August 03, 2017

Hentikan perdebatan, tanyalah hati kita. Apa manfaat membantu saudara-saudara kita di Palestina?


SUATU teori terkenal, jadikan musuh bersama maka kalian akan bersatu dan kuat. Tapi fitnah akhir zaman teramat dahsyat. Jangankan kita menyatukan shaf-shaf ukhuwah, mengabaikan sekat-sekat khilafiyah, membangun persatuan demi hadirnya izzah.

Tentang Masjid Al-Aqsha saja, yang jelas musuhnya, yang jelas kezaliman atas mereka, hitamnya jelas benderang di atas putih, bahkan sudah jelaskan dikabarkan Allah dan Rasulnya, hari ini kita masih berdebat panas saling menyalahkan tentang mana sebenarnya Masjid Al-Aqsha.

Sudah lama energi umat Islam terbuang hanya dalam ranah ini. Kita kehilangan arah prioritas, energi habis kita tumpahkan disini. Ranah jagat media sosial ramai, berdebat tentang lokasi Masjid Al-Aqsha.

Padahal saudara kita di sana, dengan sekuat tenaga dan usaha. Bertahan di sekeliling tanah berkah ini, berteguh dihujam peluh dan darah, bertegap meneriakkan “Birruh, Biddam, Nafdika ya Aqsha” (dengan ruh, dengan darah, kami bela kau ya Aqsha).



Suara mereka merekah memecah setiap waktu walau datang gelapnya dinihari di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha.

Kadang, di sini, perdebatan berakhir kasar dan panas. Tuduhan terkena konspirasi Yahudi yang ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsha pun terlontarkan. Padahal sudah seminggu ini Baitul Maqdis menegangkan. Masjid Al-Aqsha diambang 2 kemungkinan; Masjid Al-Aqsha kita 100% diambil alih oleh penjajah Zionis Israel sehingga umat tak dapat lagi menegakkan shalat di dalamnya, atau kita, umat Islam bangkit bersatu bersama-sama membebaskannya untuk menjadi pusat turunnya rahmat dan berkah Allah Subhanahu Wata’ala ke seluruh alam.

Cobalah berfikir, tentang perdebatan ini. Adakah manfaat untuk diri kita, atau apakah dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina?

Cobalah memahami satu sama lainnya, cobalah memilah mana prioritas yang harus kita kerahkan energi kepadanya.

Bagi yang kokoh menganggap Masjid Al-Aqsha hanyalah Jami’ Al-Kabir (Masjid besar; berkubah hitam), cobalah dengar pendapat saudaramu, yaitu; Seperti Ka’bah, dialah lambang ikonik Masjid Al-Haram. Walaupun disana ada Multazam, Maqam Ibrahim, Hajar Aswad dan Hijr Ismail.

Begitupun Masjid Al-Aqsha, ada Qubah Ash-Shakra (Dome of the Rock; berkubah emas) sebagai lambang ikoniknya, walaupun ada banyak bangunan di dalam komplek seluas 14,4 Hektar, termasuk Jami’ Al-Kabir (Masjid Besar; berkubah hitam).

Cobalah berfikir, bagi yang menyatakan Masjid Al-Aqsha hanyalah Jami’ Al-Kabir (Kubah hitam), terimalah yang berpendapat Qubah Ash-Shakra sebagai lambang ikonik, bukankah masjid yang dimaksud tercakup di dalam komplek itu?

Bagi yang punya pendapat sebaliknya, tak perlu menghabiskan waktu memperpanjang debat, menghabiskan energi yang ada, cukup berikan argumen Anda, dan tanyakanlah perkara yang paling penting.

Tanyalah diri kita: “Apa yang sudah kulakukan untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha?”

Permasalahan utama Masjidi Al-Aqsha itu tentang penjajahan, penjarahan dan penistaan. Peristiwa ini sudah berjalan selama 100 tahun, pertama oleh Inggris, dilanjutkan sejak 50 tahun oleh Zionis Israel.

Sudahkan doa-doa khuyu’ dan khusus kita tertuju ke tanah pusat berkah ini, sudahkah benar hati kita membenci kezaliman yang dilakukan atas mereka, sudahkah kita menyeberkan informasi ini, menginfakkan harta terbaik kita atau menyiapkan diri jika sewaktu-waktu Allah kondisikan kita untuk berjihad ke sana. Sungguh sekecil apapun, pembelaan adalah pertanggungjawaban kita.

Atau malah, kita aktif berdebat tentang mana Masjid Al-Aqsha sebenarnya. Tapi masih minum produk Nestle, makan di KFC atau McD, ngopi di Starbuck atau menikmati produk-produk penyokong zionis Israel lainya.

Sadarlah, detik-detik ini berjalan: Apakah Masjidil Alqsha akan ditutup dan diambil alih oleh penjajah selamanya, atau Allah izinkan kita ikut membebaskannya, selama-lamanya jadi berkah untuk seluruh dunia. Mari tulis sejarah kita dengan tinta emas, berikanlah yang terbaik: Doa, Lisan, Harta dan Jiwa. Amin

 

posted by @Adimin

Ratusan Ribu Warga Turki Hadiri Solidaritas utk Masjidil Aqsha & Muslimin Dunia

Written By neobattosai on 02 August, 2017 | August 02, 2017

Ismail Haniyah menegaskan, permasalahan Masjidil Aqsha bukan hanya permasalahan Palestina ataupun kaum Arab, tetapi permasalahan kaum Muslimin


Ratusan ribu orang dari berbagai etnis dan usia hari Ahad, (30/07/2017) berkumpul di  lapangan taman Yenikapı, İstanbul, Turki dalam Aksi  Solidaritas Rakyat Turki kepada Masjidil Aqsha dan umat Muslimin sedunia.

Warga turun jalan guna memprotes tindakan pengamanan yang dilakukan oleh penjajah Israel yang mencegah warga Palestina memasuki Masjidil Al Aqsha yang diduduki.

Pertemuan ini adalah aksi terbaru dalam serangkaian demonstrasi yang telah diadakan di Turki selama minggu terakhir menyusul pembatasan baru-baru ini yang dilakukan pihak penjajah Israel terhadap orang-orang Palestina yang memasuki Masjid Al Aqsha.

Meskipun acara yang diadakan oleh pemerintah kota Istanbul dijadwalkan pukul 17.00 sore, namun gelombang peserta telah datang pukul sudah sejak pukul 15.00 siang waktu Istanbul.

Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwasanya permasalahan Masjidil Aqsha bukanlah masalah rakyat Palestina saja tapi sudah menjadi kewajiban umat Muslim dunia.

Ia mengatakan bahwasanya umat Islam harus mengingat peristiwa yang tragedi terhadap kasus Mavi Marmara.

Dia menegaskan untuk berperan aktif membela Masjidil Aqsha minimal dengan memperkuat iman.

“Saya senang bisa sama-sama mengikuti acara ini,  yang mana kemeriahan dan aksi nyatanya belum saya rasakan di negara-negara Muslim lainnya.”

“Mereka (peserta aksi, red) adalah satu-satunya bangsa non-Arab yang punya komitmen dan kesungguhan dalam membebaskan Masjidil Aqsha. Dan gerakan mereka membekas di hati saya serta para hadirin lainnya. Dan saya menyayangkan perselisihan sebagian negara muslim yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Umar salah satu peserta yang datang dari Mesir.

Disela-sela orasi diserukan berbagai yel-yel, seperti: “Lawan lawan lawan lawan Israel”, juga  yel-yel  seperti, “Birruh, biddam nafdiika yaa Aqsha…!” (dengan ruh, dengan darah, kami bela kau ya Aqsha).

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Politik Hamas yang baru, Ismail Haniyyah melalui video live.

Dalam siarannya melalui video live itu Ismail Haniyyah memberikan kabar gembira kepada kaum muslimin bahwasanya  umat Islam tengah meraih kemenangan dengan dibongkarnya pintu elektronik (detector logam) oleh pihak penjajah Israel di gerbang Masjidil Aqsha.

“Kaum muslimin di Palestina tidak gentar terhadap setiap situasi yang terjadi, dan akan terus bertahan di sana,” demikian kutipnya.

Haniyah juga menegaskan bahwasanya permasalahan Masjidil Aqsha bukan hanya permasalahan tentang Palestina ataupun kaum Arab, tetapi permasalahan kaum Muslimin seluruhnya.

Dan di akhir pidato, ia menutup dengan mendoakan kaum muslimin sedunia.

Di akhir aksi, pembawa acara membacakan doa untuk saudara-saudara semuslim di Palestina, Suriah, Iraq, Myanmar, dan kaum muslimin secara umum.

Sampai pukul 20.20 malam, acara ini ditutup dengan adzan maghrib dan sholat berjama’ah.

 

posted by @Adimin

Jadilah Muslim Terampil

Umat Islam tak boleh pengangguran, harus ada kemampuan yang dikuasai, sehingga dengan itulah bisa ikut dalam 'jihad' dan dakwah

ISLAM  mengajarkan umatnya untuk mendiri dan bekerja. Karenanya banyak pesan-pesan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam yang memerintahkan umatnya  bekerja,  memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri, bukan menjadi peminta-minta.

Bahkan pernah suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memerintahkan mencari kayu dan menjualnya di pasar itu lebih baik dari meminta-minta.

Makna secara lebih luas dari penekanan beliau bagi umat Islam tersebut dapat diartikan dengan dorongan; milikilah skill (keahlian) yang akan membuat dirimu terampil dalam skill praktis itu lebih baik diutamakan daripada berpikir untuk meminta-minta dan menyandarkan hidup pada manusia.

Mengapa demikian? Ternyata secara makro, banyaknya SDM yang menganggur akan berdampak buruk pada stabilitas sebuah bangsa dan negara.

Nicolas Wyman, CEO dari The Institute Workplace Skill and Innovation menegaskan bahwa sebuah negara yang penduduknya banyak menjadi pangangguran akibat pemutusan hubungan kerja akan mendorong sebuah negara pada masalah (ekonomi) yang gawat. Terlebih jika mayoritas penduduknya ternyata tidak memiliki practical skills yang dibutuhkan, jelas itu sangat berbahaya.

Dalam sebuah hadits Nabi menerangkan, “Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran.” (HR. Baihaqi).

Jika kita perhatikan, Nabi Muhammad sejak kecil telah berusaha membekali diri dengan kemampuan praktis guna menunjang kebutuhan hidupnya. Mulai dari menggembala, berdagang, hingga menjadi pebisnis ulung di seluruh Jazirah Arab.

Demikian pula ketika kita perhatikan Nabi Ibrahim yang ahli dalam membangun, Nabi Musa yang juga ahli dalam menggembala, Nabi Daud yang memiliki kemampuan pandai besi, serta Nabi Yusuf yang ahli keuangan atau ahli ekonomi.

Artinya, tidak sepatutnya seorang Muslim membiarkan waktunya berlalu tanpa mengasah skill untuk menjadi terampil sehingga bisa hidup secara mandiri.
Lantas, apa yang harus dilakukan agar diri mampu menjadi insan terampil dan bermanfaat bagi sesama?

Pertama, ingat pesan Nabi bahwa belajar itu dari dalam kandungan hingga liang lahat. Artinya, jangan pernah mengenal kata stop dalam belajar alias menuntut ilmu.

Analoginya sederhana, setiap buah yang telah sampai pada titik kematangan, jika tidak dimanfaatkan dengan dikonsumsi segera, maka buah itu akan membusuk dan tidak bernilai guna bagi kehidupan. Demikian pula manusia, ketika dirinya merasa telah bisa dan berhenti belajar atau berinovasi, maka dirinya akan ditinggalkan zaman.

Kedua, mengenali talentaa diri dan mengasahnya
Beruntung jika diri telah mengetahui talenta yang dimiliki, tinggal mengasahnya setiap hari. Belajarlah dari pohon besar. Sekiranya pohon itu kala baru ditanam dipindah-pindah, tidak mungkin akan tumbuh besar dengan akar-akar yang besar. Demikian pun manusia, jika telah mantap dengan talenta yang dimiliki maka asahlah setiap hari.

Seorang Cristiano Ronaldo bisa menjadi bintang sepakbola, karena memang dalam 24 jam sepanjang hayatnya, akal dan kakiknya, bahkan perasaannya tidak bisa dilepaskan dari sikulit bundar.

Pertanyaannya bagaimana kalau belum tahu talentaa dirinya?
Kebanyakan orang memandang talenta adalah sesuatu yang bersifat genetika, sehingga itu sudah ada dari sononya. Padahal tidak.

Talenta dimulai dengan terjadinya pertemuan singkat dan kuat yang memicu dan memacu motivasi diri yang berhubungan dengan mungkin hobi atau kegemaran tertentu yang menjadi identitas diri dengan orang atau pun grup yang mendukung mood diri melejit, sehingga muncul kesadaran bahwa diri bisa melakukan sesuatu yang jika diteruskan dan ditajamkan akan menajamkan talenta yang tersembunyi di dalam diri.

Ketiga, jadikan skill diri sebagai media jihad dan dakwah
Di dalam Al-Qur’an perintah berjihad itu ada dua, pertama dengan harta dan kedua dengan jiwa. Dengan harta (amwal) artinya umat Islam tidak boleh jadi pengangguran, mesti ada kemampuan praktis yang dikuasai, sehingga dengan itulah dirinya bisa ikut serta dalam ‘jihad’ dan dakwah.

Ada yang sibuk bekerja dan karena itu tidak bisa berdakwah. Maka harta yang dimiliki bisa disumbangkan untuk dakwah, mendukung kiprah para dai dalam dakwahnya. Dan, mereka yang dianugerahi kekayaan berkat skill yang diasah sejak lama, maka dengan harta itulah bisa terlibat dalam jihad.

Dengan demikian, menjadi Muslim terampil pada dasarnya adalah kebutuhan, agar diri tak menjadi beban orang lain dengan hanya bisa berpangku tangan. Jadi, belajarlah dan asahlah skill yang ada pada diri untuk mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala semata. Wallahu a’lam





 

posted by @Adimin

Aliansi Rakyat Sumbar Untuk Palestina Selenggarakan Orasi & Longmarch

Written By neobattosai on 29 July, 2017 | July 29, 2017


Mensikapi perkembangan terakhir yang menimpa ummat Islam di Palestina, yang mana ummat Islam dilarang untuk menunaikan sholat berjamaah di Masjid Al Aqsa, itupun jika dibolehkan melalui proses pemeriksaan yang tidak manusiawi. 

Maka Aliansi Masyarakat Sumatera Barat untuk Palestina menyelenggarakan Orasi dan Longmarch yang diikuti ribuan orang. Elemen elemen ummat Islam diantaranya KNRP, DDII, IKADI, KAMMI, MMI, MUI, FLSDK dan seluruh masyarakat peduli Palestina mengikuti acara dengan penuh khidmat. 


Tokoh tokoh ormas berorasi dengan begitu luarbiasa menggugah peserta acara untuk peduli dengan apa yang terjadi di belahan bumi Palestina. Diantaranya Ketua KNRP Sumbar Ust. Ulyadi Lc, MA, Ust. Irsyad Syafar sebagai tokoh ulama Sumatera Barat sekaligus anggota DPRD Sumatera Barat, Ketua Umum IKADI Sumatera Barat Ust. DR Urwatul Wutsqo dan tokokh tokoh ormas yang tergabung dalam aliansi.

Semoga dengan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumatera Barat akan di ijabah oleh ALLAH dan semoga rakyat Palestina segera lepas dari cengkraman penjajah zionis yahudi......
posted by @Adimin

PKS Siapkan Strategi Pemenangan Pemilu 2019


Meski pemilu 2019 masih lama, PKS jauh-jauh hari sudah mempersiapkan strategi pemenangan.
 
Hal itu dilakukan Mardani Ali Sera, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang membuka Forum Group Discussion (FGD) strategi pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2019 di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS, Komplek Senayan.

Mardani, dalam keterangan resminya, Kamis (27/7), mengatakan agenda ini merupakan rangkaian program pemenangan menyongsong Pemilu 2019 yang akan datang.

“Dua Tahun lagi kita menyongsong pesta demokrasi tahunan. Yang menarik tahun nanti untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia menggelar pemilihan serentak sejak keputusan MK tahun 2013 lalu,” katanya.

Legislator Dapil Jabar VII itu mengungkapkan menghadapi pemilu nanti diperlukan strategi yang jitu mendorong agar seluruh struktur maupun calon legislator PKS memiliki kemampuan pemataan dapil sebagai salah satu strategi pemilu.

Pihaknya pada Pemilu 2019 nanti menargetkan perolehan suara nasional sebesar 12%. Menurutnya target tersebut tidak mustahil bisa tercapai.

Ketua Tim Bidang Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPP PKS, Agoes Poernomo mengatakan pihaknya sudah melakukan perhitungan secara mendalam terkait target PKS 2019 tersebut.

“Kami sudah melakukan perhitungan mendalam terkait target itu,” katanya

posted by @Adimin

Pilihan Konsisten PKS

Written By neobattosai on 28 July, 2017 | July 28, 2017

Apa kabar Senayan? Tepatnya hari Kamis (20/7/2017) lalu PKS mengambil sikap tidak ikut dalam pengambilan keputusan atas Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Kompleks Senayan pun riuh karena bukan hanya PKS, tetapi tiga fraksi lainnya juga ‘walk out’, istilah yang digunakan untuk meninggalkan persidangan.

PKS, Gerindra, Demokrat dan PAN menganggap pengambilan keputusan untuk hal krusial terkait penentuan ada-tidaknya batas elektoral parlemen dalam mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden, mestinya dibicarakan dengan jalan musyawarah dan tetap berpedoman pada kerangka hukum yang ada.

Alasan lebih panjang lebar kenapa keputusan menggunakan elektoral parlemen 20 persen dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 melanggar Undang-Undang.

Prinsip utamanya adalah, jangan sampai untuk sekadar memuluskan kemauan beberapa golongan, bangsa ini harus menabrak berbagai aturan.

Selanjutnya dari Senayan kita juga mendengar kabar bahwa Fraksi Partai Gerindra mundur dari Pansus Hak Angket untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Dengan mundurnya Gerindra, praktis pengisi Pansus Angket untuk KPK kini diisi oleh lima fraksi yang adalah dari partai-partai pendukung pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla.

PKS? Sejak awal sudah menyatakan tidak menyetujui pembentukan pansus Hak Angket karena PKS berpandangan bahwa ada nuansa upaya pelemahan dalam Hak Angket tersebut.

PKS konsisten dalam pilihan untuk pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya dengan menjadikan KPK sebagai salah satu institusi penting pemberantasan korupsi. Akan halnya beberapa kelemahan yang masih ada di tubuh KPK, PKS merasa masih ada cara lain untuk memperbaikinya diantaranya dengan menghadirkan lembaga pengawas yang melekat di tubuh KPK dan juga transparansi dalam penggunaan anggaran negara yang berasal dari rakyat.

PKS ingin publik bisa menilai bahwa hiruk pikuk Senayan pasti ada benang utamanya. Rakyat bisa melihat peran dan sepak terjang partai politik dalam setiap pengambilan keputusan di DPR. Termasuk keinginan pemerintah yang dalam gerak dan agendanya mesti mendapatan restu dari parlemen.

PKS ingin menunjukkan sebuah sikap konsisten yang merdeka sesuai dengan garis mandat yang diberikan masyarakat. Konsitensi PKS untuk membangun bangsa yang bermartabat, adil dan sejahtera, kami serahkan pada mata hati dan jari publik di saat Pemilu nanti

posted by @Adimin

Taujih Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman: Menjadi Pemimpin Bukan Pemimpi

Written By NeO on 26 July, 2017 | July 26, 2017

 
MENJADI PEMIMPIN, BUKAN PEMIMPI
TAUJIH PRESIDEN PKS MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D.

(Disampaikan di Provinsi Maluku pada Sekolah Kepemimpinan Partai 3 untuk Wilayah Dakwah Indonesia Timur pada Tanggal 14 Juli 2017)

Assalamulaikum Wr Wb,

  1. Ada dua tantangan yang melatar belakangi kenapa kita mengadakan SKP 3 ini. Pertama, karena perubahan lanskap ekonomi, politik, dan sosial di tingkat global, regional dan nasional. Hal yang paling mencolok adalah perubahan yang sangat pesat di sisi Teknologi. Terobosan dalam dunia teknologi, terutama dalam teknologi informasi telah mampu mendekonstruksi tatanan-tatanan yang sudah ada selama ini sehingga memunculkan tantangan-tantangan baru.

  1. Jika kita lihat, perkembangan teknologi yang pesat ini mendorong terjadinya proses demokratisasi dalam artian terjadinya ledakan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial mereka. Sebelumnya, partisipasi perubahan hanya di tingkat elit namun saat ini proses perubahan melibatkan ledakan partisipasi masyarakat. Perkembangan teknologi ini telah memberikan peluang dan tantangan bagi kita semua dalam konteks kepemimpinan.

  1. Tantangan pertama ini menyebabkan permasalahan yang muncul di masyarakat menjadi semakin kompleks. Adanya perkembangan teknologi awalnya ingin memudahkan kehidupan kita. Namun dalam perkembangannya teknologi menimbulkan side effect yang sifatnya tidak menentu dan unpredictable. Sekarang orang melihat perkembangan teknologi informasi bukan hanya memberikan manfaat tapi juga efek-efek negative.

  1. Information Communication Technology (ICT) awalnya memberikan kemudahan-kemudahan dalam mengakses informasi dan komunikasi. Namun saat ini juga mulai terlihat dampak sampingnya dengan munculnya tindakan kekerasan dan terror melalui ICT. Kita menyaksikan sekarang bagaimana petunjuk merakit bom bisa dengan mudah diperoleh di ICT. Gerakan tindak kekerasan dan tindakan kriminal juga dengan mudah disebar dan bekerja sangat cepat  di dunia digital.

  1. ICT juga menjadi medium berkembangnya nilai-nilai dan ideologi yang merusak nilai-nilai dan budaya kita sebagai bangsa yang beragama. Sebagai contoh, dimana gerakan kampanye pro-LGBT dan narkoba sangat marak dan berkembang luar biasa di dunia maya. Ini memberikan tantangan yang tidak mudah untuk kita semua. Tidak hanya itu, kemajuan teknologi juga menciptakan kondisi kesenjangan atau gap kesejahteraan karena ada digital divided antara kelompok kaya dan miskin dalam memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi.

  1. Mengatasi permasalahan yang semakin kompleks membutuh kapasitas kepemimpinan yang semakin canggih juga. Tidak mungkin kompleksitas masalah bisa ditangani oleh kepemimpinan yang sederhana atau biasa-biasa saja.

  1. Tantangan Kedua yakni dengan semakin tingginya tingkat partisipasi masyarakat dan bergulirnya demokratisasi di berbagai bidang maka hal tersebut menjadi semakin terbukanya peluang-peluang kepemimpinan di seluruh sektor. Demokratisasi membuka lebar kran rekruitmen kepemimpinan dan disaat yang sama kontestasi merebut kepemimpinan juga semakin kompetitif. Itu juga kita rasakan di sektor politik. Kontestasi di sektor politik dari tingkat local hingga nasional menjadi sangat ketat. Bahkan bukan hanya semakin ketat, tapi juga semakin mahal, jika kita lihat dari praktek demokrasi di Indonesia.

  1. Kalau kita amati apa yang terjadi saat ini, di kemudian hari kepemimpinan yang lahir nanti adalah kepemimpinan yang up to date dengan perkembangan zaman, terutama perkembangan teknologi. Terutama mereka-mereka yang memiliki digital literacy yang mumpuni. Siapa yang menguasi teknologi digital,dia yang akan menguasai kepemimpinan mendatang. Singapura contohnya. Dulu mantan Direktur Telkom almarhum Cacuk Sudaryanto pernah menyampaikan di awal tahun 2000. Dia bilang Singapura bisa mengetahui waktu produksi dan panen hasil-hasil tanaman di Indonesia dengan teknologi yang dimilikinya. Sehingga mereka lebih maju dalam memenangkan persaingan.

  1. Demokratisasi dengan perkembangan teknologi menyebabkan ledakan partispasi masyarakat yang luar biasa. Sehingga ini mendorong masyarakat lebih kritis dan proaktif dalam melakukan evaluasi kepada para pemimpinnya. Semua orang yang terhubung dalam dunia digital bisa mengevaluasi seluruh pimpinan dari berbagai jenjang dari tingkat local,nasional bahkan internasional. Bahkan, kritiknya pun terkadang sangat keras bahkan dengan kata-kata yang kasar.

  1. Ini realitas baru yang sedang kita hadapi. Sehingga kepemimpinan saat ini tidak bisa lagi menjadi pemimpin yang feodal, yang dia berjarak dengan yang dipimpinnya dan menikmati singgasana kepemimpinannya. Kepemimpinan yang baru adalah kepemimpan yang dekat dan terkoneksi dengan yang dipimpinnya. Pemimpin-pemimpin yang tidak baik, dan tidak mampu membaca perubahan ini biasanya tidak akan berumur panjang.

  1. Di sisi lain, disamping ada tantang-tantangan tapi juga ada peluang- eluang. Pertama, kita sebagai Partai dan individu memiliki banyak peluang posisi kepemimpinan. Dulu sebelum era demokrasi kita tidak pernah terpikirkan bahwa aktivis-aktivis dakwah akan menjadi pemimpin publik baik di daerah maupun di tingkat nasional. Tapi demokrasi telah membuka kesempatan tersebut.
  2. Kedua, saat ini kita juga lebih mudah dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri untuk menjadi seorang pemimpin. Karena sumber informasi tersedia melimpah ruah di dunia digital sehingga kita bisa akses itu semua untuk kemudian kita serap sebagai pengetahuan.

  1. Ketiga, ada peluang sebagai pemimpin untuk memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat dengan menggunakan teknologi atau technology based-management. Karena itu sebagai pemimpin dan calon pemimpin, kita semua harus melek dan ahli dalam memanfaatkan teknologi dalam memecahkan berbagai macam persoalan yang sedang kita hadapi. Sekarang sudah ada teknologi Geo-Spatial Information System, kita bisa memantau pergerakan arus barang di tengah-tengah masyarakat.

  1. SKP ini penting diadakan karena untuk merespon berbagai tantangan yang semakin kompleks sehingga kita bisa menghasilkan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di samping itu, SKP ini penting dijalankan sebagai ajang untuk merealisasikan visi-misi kolektif kita sebagai partai.

  1. Apa visi kita? Dalam AD/ART PKS disebutukan bahwa visi PKS adalah menjadi pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional yang termaktub dalam pembukaan konstitusi UUD NRI 1945 di paragraf keempat. Yang kemudian kita bahasakan dengan bahasa lain dalam platform kebijakan pembangunan PKS yakni ingin mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat. Maju secara peradaban material maupun secara spiritual.

  1. Visi yang besar dan mulia tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mumpuni. Karena itu SKP ini diselenggarakan untuk merespon kebutuhan tersebut. Karena kita ingin melahirkan para PEMIMPIN bukan para PEMIMPI. Jangan sampai kita hanya punya mimpi yang besar tapi tidak punya kapasitas kepemimpinan.

  1. Apa yang membedakan PEMIMPIN dan PEMIMPI? Bedanya di huruf – N –nya. Ada 5-N yang membedakan seorang PEMIMPIN dengan PEMIMPI.

  1. N – yang pertama adalah NIAT yang tulus. NIAT yang ikhlas. NIAT yang bersih. Untuk apa kita menjadi seorang pemimpin? Bukan untuk diri kita! Bukan untuk kepentingan diri sendiri. Tapi untuk kepentingan dakwah. Untuk kepentingan kolektif umat. Untuk kepentingan masyarakat luas. Ini ujian pertama bagi seorang pemimpin. Kalau dari langkah awal saja seseorang itu salah dan melenceng, seperti ada niat untuk gagah-gagahan secara pribadi, mengambil keuntungan materi dan popularitas semata, maka ini sudah salah harus diluruskan.

  1. Karena itu mari kita luruskan dan bersihkan NIAT. Jangan sampai niat menjadi pemimpin justru ternodai dan melenceng karena hanya sekedar ingin meraih untuk kepentingan dan keuntungan pribadi semata. Kalau kita bisa ikhlas insyAllah akan mendapat pertolongan dari Allah Swt dari jalan-jalan yang tidak disangka-sangka. Kalau niat kita ikhlas, insyAllah kita semua akan ditolong oleh Yang Maha Ikhlas. Itu harus benar-benar diyakini oleh seluruh kader PKS. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun.

  1. N-yang kedua adalah NILAI yang kokoh. Seorang pemimpin memegang teguh terhadap nilai-nilai yang kokoh. Apa nilai-nilai kita? Sebagai partai dakwah kita sudah mendapatkannya dalam materi-materi Training Orientasi Partai, materi-materi tarbiyah dalam halaqah dan usar kita. Tinggal bagaimana menjadikan nilai-nilai tersebut terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku. Jika nilai-nilai ini dipegang secara kokoh, InsyAllah kita akan tetap terjaga dari godaan-godaan. Kalau kita sebagai pejabat publik, kita lihat godaan mulai dari harta, tahta dan wanita benar-benar adanya. Karena itu, bagi seorang pemimpin memiliki nilai yang kokoh menjadi keniscayaan sebagai cara kontrol diri kita agar tidak tergelincir.

  1. Taushiyah kolektif perlu lagi dihidupkan sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai kita. Tidak benar jika dengan alasan kesibukan, para pejabat publik PKS justru jarang hadir dalam liqoat usar. Justru karena semakin besar amanah kita sebagai pejabat publik maka kebutuhan terhadap taushiyah kolektif dalam liqoat-liqoat kita semakin besar. Semakin butuh dalam lingkaran orang-orang yang sholih.

  1. Liqoat usar adalah point of return kita, tempat kembali kita merengkuh kembali nilai-nilai spiritual kita. Sepekan kita beraktivitas penuh, maka di liqoat usar adalah tempat kita untuk kembali menghidupkan kembali ruhiyah dan nilai-nilai spiritual kita.

  1. N-yang ketiga adalah NALAR yang mumpuni. Seorang pemimpin harus bisa mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, sebagai pemimpin kita harus mampu menjadikan nilai-nilai subyektif partai kita sebagai nilai-nilai yang bisa diterima oleh masyarakat luas. Dengan NALAR yang mumpuni kita bisa melakukan obyektifikasi nilai-nilai ISLAM dalam kebijakan publik.

  1. Nalar yang mumpuni sangat diperlukan karena semua pemimpin akan menhadapi berbagai permasalahan yang membutuhkan keputusan dan respon yang cepat dan tepat. Keputusan tersebut pun harus bisa melihat secara jauh kedepan dan dampak yang diakibatkan dari hasil keputusan tersebut. Oleh karena seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berpikir strategis (strategic thinking capability). Sehingga keputusan-keputusan yang dibuatnya memberikan hasil yang optimal dan berdampak positif bagi kemajuan organisasi dan masyarakat.

  1. N-yang keempat adalah NETWORK yang luas. Seorang pemimpin harus memiliki jaringan dan pergaulan yang luas. Kenapa demikian? Pertama, karena kita tidak mungkin bisa menyelesaian permasalahan di tengah-tengah masyarakat sendirian. Kita butuh orang lain yang bisa diajak bergandengan tangan bekerjasama menyelesaikan masalah. Kedua, dengan pergaulan yang luas akan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat luas tentang apa visi, nilai-nilai yang sedang kita perjuangkan. Semakin luas pergaulan kita akan semakin memperkecil kesalahpahaman orang-orang terhadap PKS. Bangun komunikasi dengan semua kalangan akan memberikan kesempatan kita semua untuk bisa menunjukkan siapa diri kita dan terjalin hubungan yang baik dengan kalangan luar.

  1. Network kalau dalam bahasa kita kan sebenarnya silaturahim. Kita meyakini bahwa silaturahim itu akan memanjangkan usia, banyak kawan yang akan membela dan memperbanyak rizki. Kalau dalam bahasa politik mungkin akan memperkuat daya dukung sumber daya-sumber daya.

  1. N-yang kelima adalah NYALI yang pas. N-yang kelima ini sifatnya bersyarat. Jika keempat N-sebelum-sebelumnya sudah terpenuhi. Kenapa disebut Nyali yang PAS? Karena kalau nyalinya berlebihan juga bermasalah. Kalau nyalinya berlebihan tapi tidak punyakeempat N-yang sebelumnya maka namanya bukan NYALI tapi NEKAT. Jadi seorang pemimpin mengambil keputusan bukan hanya karena gagah-gagahan, ingin popular, tapi memang mengambil keputusan karena memang harus berani memutuskan secara tepat dan akurat. Situasinya harus dibaca dengan teliti dan seksama. Jangan sampai salah baca situasi. Boleh jadi dalam kondisi tertentu bukan menunjukkan keberanian secara terbuka tapi justru yang dibutuhkan adalah sikap kerendah hatian. 

  1. N-yang kelima ini nakarnya harus hati-hati dan pintar. Takarannya harus proporsional. Nyali yang pas inilah yang menjadi penentu dalam merealisasikan kerja-kerja politik kolektif kita. Nyali yang pas itu bisa kita mulai dari skala yang rendah ke yang tinggi, dari skala kepemimpinan local hingga nasional dan global. Kita menjalaninya secara terukur. Dengan seperti itu, secara bertahap kita akan mampu meraih apa-apa yang kita cita-citakan bersama sebagaimana yang telah kita sepakti bersama dalam AD/ART Partai dan Platform Kebijakan Pembangunan PKS. InsyAllah.

Wassalamualaikum Wr Wb.

posted by @Adimin

Rasa Takut yang Benar

Written By Sjam Deddy on 24 July, 2017 | July 24, 2017

Orang-orang yang menempatkan rasa takut yang pada posisi yang tepat. Mereka itu adalah pewaris para nabi

SETIAP orang pernah mengalami rasa takut. Seorang muslim juga harus memiliki sifat takut dalam hidup, namun pada dimensi yang tepat.

Betapa banyak orang mengalami ketakutan dalam hidupnya namun tidak pada jalan yang benar. Takut tatkala dipecat bosnya, takut disaingi bisnisnya, takut miskin karena menyekolahkan anak dan masih banyak ketakutan-ketakutan lainnya. Takut seperti itu tidak benar. Allah Subhanahu Wata’ala telah singgung tentang orang-orang seperti tipe diatas.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ولا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا (الإسرا 
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”

Disisi lain, Allah Subhanahu Wata’ala menceritakan orang-orang yang menempatkan rasa takut yang pada posisi yang tepat. Mereka itu adalah pewaris para nabi.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (فاطر

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa rasa takut itu sangat perlu, namun harus pada domain yang benar; karena jangan sampai rasa takut yang dititipkan Allah swt kepada kita di salah artikan.

Oleh : Wandi Bustami

 

posted by @Adimin

Tolak Voting Presidential Threshold, PKS Walk Out Paripurna

Written By Anonymous on 21 July, 2017 | July 21, 2017

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk keluar atau walk out dari pengambilan keputusan tingkat II Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Rapat tersebut mengambil keputusan terkait lima isu krusial, terutama terkait aturan presidential threshold yang sempat menyandera pembahasan RUU Pemilu.

Ketua DPP Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Almuzamil Yusuf mengatakan, pihaknya telah berusaha memahami argumentasi pihak yang menginginkan agar presidential threshold berada di angka 20 persen perole- han kursi DPR atau 25 persen suara nasional, seperti usul pemerintah.

"Namun, PKS tidak akan ikut voting dalam isu presidential threshold, kami meminta semua anggota menghormati sikap kami," kata Almuzamil.

"Kami tidak akan ikut mengambil keputusan voting dalam forum ini," ucap dia.

pks.id

posted by @Adimin

Indonesia Desak Israel Buka Akses Masjid Al-Aqsha bagi Umat Islam


Kemlu RI mengungkapkan, Indonesia merasa prihatin atas memburuknya situasi di Palestina, dan mengecam penembakan Israel terhadap Syeikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsha.

Memburuknya situasi di Masjid Al-Aqsha belakangan ini direspon oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Baru-baru ini, dikabarkan ia sudah menelepon Menteri Luar Negeri Yordania, untuk membahas situasi di sana.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengung- kapkan, Indonesia merasa prihatin atas memburuknya situasi di Palestina, dan mengecam penembakan Israel terhadap Syeikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur.

Penembakan ini terjadi saat aparat keamanan Israel memaksa bubar jamaah yang demo atas penutupan dan pembatasan akses masuk bagi umat Islam ke kompleks Masjid Al-Aqsha.

Kemlu menyatakan, Indonesia juga mengecam langkah aparat keamanan Israel yang membatasi akses ke kompleks Al-Aqsha. Pembatasan ini, ujar Kemlu, melanggar hak umat Islam untuk bebas beribadah.

“Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al-Aqsha agar Masjid Al-Aqsha dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim,” kata Kemlu dalam rilisnya yang diterima

Pemerintah Indonesia meminta Israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di kompleks Al-Aqsha. Selain itu, pemerintah juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak memburuk.
 

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger