pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Lagi, Serentak di Dua Dapil - Kader PKS Padang Belanja Tanpa Menawar

Written By Unknown on 14 April, 2013 | April 14, 2013



Padang – PKS Kota Padang turun kepasar “Belanja Tanpa Menawar” ini merupakan kali kedua kader PKS turun kepasar. Sebelumnya kegiatan serupa juga sudah diadakan di Pasar Alai Kecamatan Padang Utara. Hari ini acara belanja tanpa menawar serentak di dua Dapil Pemilu, Dapil satu Koto Tangah dan Dapil Dua Kuranji-Pauh. Kader PKS turun degan seragam putih bagi kaum ibu-ibu dan pakaian kemeja PKS untuk bapak-bapaknya.

Kegiatan belanja tanpa menawar kader PKS berpusat di Pasar Lubuk buaya Kecamatan Koto Tangah dan Pasar Belimbing Kecamatan Kuranji. Dari pantauan tim media PKS Padang di pasar lubuk buaya, Sekitar jam 11 siang seluruh kader PKS yang tergabung dalam acara LT (Liqo’ Tansiqi) 3 Besar sampai di Pasar. Jumlah kader yang turun kepasar kurang lebih 100 orang, sambil membawa kantong asoy putih yang bertuliskan “DPD PKS Kota Padang” kader menyusuri setiap sudut pasar berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Kader yang turun kepasar penuh semangat berbelanja dan berinteraksi dengan para pedagang, meski cuaca cukup terik. Pada umumnya semua pasangan suami istri (pasutri). Belanjaan yang paling banyak dibeli adalah kebutuhan dapur seperti cabe, bawang merah, sayuran dan lain sebagainya. (al)

Semangat Tiga Besar...

Cinta, Kerja, Harmoni

posted by @A.history

PKS Padang Daftarkan 45 Berkas Bacaleg ke KPU



Ketua DPD PKS Kota Padang Drs. Muhidi, MM meyerahkan berkas Bacaleg ke KPU, Sabtu (13/04). Sebanyak 45 berkas Bacaleg di daftarkan untuk lima Dapil sesuai dengan mekanisme yang di tetapkan oleh KPU Kota Padang. Foto : al

posted by @A.history

Sisir Tambang, Gubernur Pakai Helikopter



Padang—Forum Ko­munikasi Pimpinan Daerah (For­kopimda) Sumbar mulai ber­tegas-tegas mem­be­ran­tas illegal mining (pe­nam­bangan liar) di Solok Selatan (Solsel) dan dae­rah lainnya. Selain men­­desak Ke­men­te­rian Ener­gi Sum­ber Daya Mineral (ESDM) segera mene­tapkan wilayah pertam­bangan (WP), Forko­pim­da bakal me­nyisir lokasi pe­nambangan de­ngan helikopter.

Demikian terungkap da­lam rapat Forkopimda yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno, Ketua DPRD Sum­bar Yul­tek­h­nil, Kapolda Sum­bar Brigjen Noer Ali, Dan­rem, Danlantamal dan Dan­lanud di Guber­nu­ran, kemarin (12/4). Forkopimda meyakini bila Kementerian ESDM me­nge­luarkan WP, maka penga­turan usaha pertambangan bakal lebih mudah.

“Tadi, kami rapat membahas persoalan tambang dengan selu­ruh jajaran Forkopimda. Sebe­lumnya desakan agar Kemen­terian ESDM segera menetap­kan WP telah kita minta. Seka­rang, lewat saluran Forkopimda, permintaan itu kembali kita sampaikan ke Kementerian ESDM,” ujar Gubernur.

Dalam rapat itu, tambah Irwan, kembali ditegaskan soal komitmen penindakan tegas penambang liar di Solsel serta kabupaten/kota lain di Sumbar. Kapolda Sumbar Brigjen Pol Noer Ali pun, sudah me­nyam­paikan komitmennya bersikap tegas terhadap penambang liar di Solsel.

Pengawasan tambang ilegal rencananya dipantau dengan helikopter. “Informasinya kegia­tan penambangan masih terjadi. Forkopimda sepakat menindak tegas penambangan tak berizin. Jika telah berizin tapi melakukan penambangan di luar areal pe­nam­bangan, dilakukan pena­taan kembali,” kata Gubernur.

Khusus penambangan rak­yat, Gubernur  menyarankan pemerintah setempat mela­ku­kan pembinaan agar ber­wa­wa­san lingkungan. “Kita berha­rap rakyat makmur, ling­kungan dan hutan tetap terjaga,” ujarnya.

Kualitas daerah aliran sungai (DAS) Batang Hari kian rusak akibat maraknya penambangan emas ilegal. “Bila tak segera di­ta­n­gani, bisa memunculkan ben­cana be­sar. Pemprov hanya da­pat me­lakukan koordinasi dan fa­silitasi, eksekusi di lapangan ada­ di ta­ngan aparat kepolisian,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Hendri Oktavia menga­takan akan menghitung luas kerusakan hutan akibat penam­bangan liar seusai penertiban. “Kita belum punya data valid soal itu. Namun dapat dipas­tikan, aktivitas itu merusak hutan,” ujarnya.

Kepala Dinas ESDM Sum­bar, Marzuki Mahdi mengakui kegiatan pertambangan emas di Solsel telah terjadi kerusakan parah di DAS Batang Hari.

Sementara itu, sopir truk Colt Diesel pembawa peralatan kapal keruk milik PT Bina Bakti Pertiwi yang ditangkap Tim Terpadu Kabupaten Solsel di Bukit Lambung-Lambung KM 11, Kamis (11/4), ternyata mem­buang muatannya di empat titik masuk kawasan PT Andalas Merapi Timber (PT AMT), Bukit Lambung-Lambung KM 11 be­rupa 243 keping baja.

“Kita sudah mengecek dela­pan truk yang masih tertahan di Bukit Lambung-Lambung, ter­nyata muatannya sudah dibuang di pinggir jalan,” kata Irwan, Polisi Kehutanan Solsel didam­pingi TNI AD.

*Padangekspres.co.id

posted by @A.history

PKS Usung Tagline Baru

Written By Unknown on 13 April, 2013 | April 13, 2013



Sepekan jelang Milad yang ke-15 yang akan digelar di Semarang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Secara resmi mengusung tagline baru yakni Cinta, Kerja, dan Harmoni. Awalnya, tagline bersih, peduli, dan profesional digunakan PKS sejak beberapa periode terakhir setelah sebelumnya mengusung tagline bersih dan peduli.
Adanya kata cinta dalam tagline PKS kali ini sejalan dengan misi yang dibawa oleh Presiden PKS, Muhammad Anis Matta di mana dia membawa politik cinta ke dalam ranah demokrasi. Melalui akun twitternya, politisi PKS Fahri Hamzah menjelaskan politik cinta yang dibawa oleh Anis Matta.
“Presiden @anismatta telah menulis banyak tentang cinta. Dan kini ia ingin membawanya ke dalam politik,”katanya dalam akun @Fahrihamzah.
Dalam beberapa kesempatan temu kader dan konsolidasi di berbagai wilayah, Anis Matta sering mengungkapkan bahwa cinta harus dibawa ke dalam dunia politik, karena tanpa cinta politik akan terasa galak.
“Justru karena keadaan kita seperti itu di mana politik menjadi permainan yang berbahaya, cinta harus hadir. Justru karena politik semakin keras dan kejam maka cinta harus hadir. Justru karena kekuasaan semakin mendominasi makna politik, maka cinta harus melembutkan nya,” kata Anis Matta dalam berbagai forum internal PKS.
Dengan tagline baru ini, dipastikan PKS akan membawa semangat dan ruh perjuangan baru untuk mewujudkan target pencapaian 3 besar di Pemilu 2014 mendatang.
*http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/12/152687/PKS-Usung-Tagline-Baru
posted by @A.history

DPRD-Pemko Bermohon ke Gubernur



SAWAHAN, METRO - Menyikapi masalah ”krisis” solar yang menyebabkan terjadinya antrean solar sejak diberlakukannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 1 Tahun 2013 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi, Komisi II DPRD bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Padang melakukan dialog. Mereka bersepakat, mengadukan persoalan ini kepada Gubernur Sumbar.

Dalam waktu dekat, Pemko-DPRD segera segera memberikan rekomendasi kepada gubernur. Mereka berharap, ada kejelasan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Permen tersebut. Sehingga, dalam hal ini Pemko Padang bisa menyiapkan segala kewajiban dan kewenangan yang akan dilakukan.

Kepala Disperindagtamben, Asril mengatakan, melihat kondisi objektif yang ada di lapangan sejak diberlakukannya Permen ESDM No 1, harus disikapi dengan segera. Dalam hal ini, pemko katanya, telah menyurati gubernur untuk meminta kejelasan mengenai teknis pelaksanaan. Saat ini bisa dilihat bersama antrean panjang mobil pengangkut barang di SPBU, karena kekosongan BBM jenis solar. Selain itu, belum semua SPBU yang ada di Kota Padang yang menyediakan BBM solar nonsubsidi.

”Tidak hanya itu, informasi mengenai harga solar nonsubsidi juga belum kita terima. Operator yang ada di SPBU bahkan tidak konsisten untuk mengisi mobil angkutan perkebunan, pertambangan, dan kehutanan dengan solar nonsubsidi karena ancaman sopir. Mereka juga tidak bersedia mengisi solar nonsubsidi, karena pemilik kendaraan tidak mengalokasikan biaya perjalanan kepada sopir,” jelasnya pada saat rapat kerja Komisi II DPRD Padang dengan Disperindagtamben Jumat (12/4).

Saat ini, lanjutnya, juga belum ada pembedaan mobil antara angkutan barang hasil perkebunan, pertambangan dan kehutanan dengan mobil angkutan lainnya. Hal ini karena pemasangan stiker belum dilakukan oleh tiga jenis kendaraan tersebut. Bahkan, berdasarkan hasil monitoring di lapangan, hanya ada enam SPBU yang menyediakan solar subsidi di pusat kota.

Asril mengaku tidak mengetahui kuota yang jelas yang diberikan oleh Pertamina untuk SPBU yang ada di pusat kota. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dengan melihat dan meneliti dan melakukan sampel di SPBU yang ada di pusat kota, memang ada yang dikurangi. Bahkan menurutnya, tidak jelas informasi jenis, jumlah, dan waktu pemasokan BBM pada SPBU.

”Pengurangan kuota solar subsidi dalam hal ini juga dilakukan Pertamina di SPBU pusat kota. SPBU Jalan Adinegoro Lubukbuaya yang biasanya dipasok 70.000 liter/minggu dikurangi menjadi 42.000 liter/minggu. Sementara itu, untuk SPBU Jalan M H Thamrin Ranah yang biasanya 70.000 liter/minggu dikurangi menjadi 14.000 liter/minggu,” jelasnya.

Dilema

Ketua Komsisi II Arnedi Yamen mengatakan, antrean yang terjadi memang menjadi dilema saat ini. Pasalnya untuk di daerah sendiri belum adanya petunjuk teknis pelaksanaan pemakaian solar bersubsidi dari Permen ESDM No 1 itu. Sehingga, Pemda dan Pemprov tidak bisa melakukan secara teknis bagaimana penerapan dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh mentri. Ini sudah menjadi masalah di seluruh Indonesia.

”Dari jumlah kuota yang ada di Padang, data yang dikumpulkan oleh Disperindagtamben ini memperlihatkan ada pengurangan jatah kuota. Ini akan menjadi permasalahan karena kebutuhan akan solar selama ini daripada kendaraan yang menggunakan solar tetap. Sementara pasokan yang diberikan atau kuotanya berkurang. Hal ini akan menjadi masalah dengan terlihatnya antrean yang ada di SPBU dan menimbulkan kemacetan,” ungkap kader PKS ini.

Selanjutnya untuk truk besar, yang biasanya tidak ada masuk kota saat ini sudah masuk kota dan menambah permasalahan baru.  untuk memenuhi tuntutan kendaraan tanpa truk saja, kota Padang sudah mulai macet. Ditambah lagi dengan kebradaan truk besar yang masuk kota, sehingga menimbulkan macet yang berkepanjangan.

”Dalam hal ini, kita meyarankan agar aturan ini bisa disikapi secara cepat oleh Pemko agar segera menanyakan kepada gubernur bagaimana menyikapi masalah ini secara kongkret dan segera,” jelasnya.

*Pos Metro Padang

posted by @A.history

Gubernur Irwan Prayitno Jaring Investor Ke Turki


PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan, lawatannya ke Turki, tidak untuk jalan-jalan. Namun kunjungan Irwan ke negeri seribu satu malam itu untuk menjalankan tugas dengan menjalin perjanjian atau MoU dengan para investor yang ada di negara tersebut.

”Jadwal kegiatan ke Turki tersebut penuh dan tidak sempat jalan-jalan. Sebab, Jumat malam (12/4) berangkat, Sabtu dan Minggu (13-14/4) melakukan pertemuan dan Senin (15/4) kembali ke Indonesia,” terang Irwan kepada wartawan kemarin (12/4).

Irwan menambahkan, rombongan yang akan berangkat ke Turki tersebut ada sekitar empat hingga lima orang. Selain dirinya, juga ikut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah (BKPMD) Sumbar Masrul Zein dan staf SKPD tersebut bernama Danang.

Selanjutnya, ada Kepala Dinas ESDM Sumbar Marzuki Mahdi serta seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar. ”Untuk semua biaya di sana (Turki) ditanggung oleh pihak Turki, sedangkan kita hanya tiket saja,” ungkap Irwan.

Irwan menjelaskan, kunjungan selama dua hari di Turki dimanfaatkan untuk tiga poin penting ditambah satu agenda lagi. Tiga poin penting tersebut yaitu membuat MoU dengan perusahaan terkait energi panas bumi yang akan ditanggani di dua titik yaitu Gunung Talamau dan Gunung Tandikek.

”Saat ini, proses untuk investasi ini sudah diproses di Kementerian ESDM  dan mereka sudah datang ke sini dan selanjutnya kita diundang ke situ (Turki),” sebut Irwan.

Meski akan membuat perjanjian, namun Irwan, belum mengetahui berapa jumlah modal yang akan diinvestasikan pengusaha Turki tersebut di Sumbar. Kemungkinan jumlah investasinya, kata Irwan, yaitu triliunan rupiah. Hal ini mengingatkan, perusahaan sebelumnya yang sudah berinvestasi di Solsel, investasinya mencapai Rp7 triliun.

Agenda penting lainnya yaitu, melakukan kerjasama terkait produksi kakao Sumbar. Saat ini, Sumbar sudah mengirim dua kontainer atau 30 ton kakao ke Turki dari 100 ton perbulan yang dikirim. ”Selanjutnya di Turki, kita ingin melobi supaya mereka bisa membuka industri di Sumbar. Ada tiga kabupaten yang berminat untuk dibangun industri yaitu Padangpariaman, Limapuluh Kota dan Pasaman,” beber Irwan.

Selanjutnya, kata Irwan, lawatan ke Turki juga dimanfaatkan untuk menawarkan investasi lainnya yang ada di Sumbar kepada investor yang ada di Turki.

Kemudian, agenda tambahannya yaitu upaya menjalin kerjasama terkait pendidikan, sosial dan budaya. Bidang pendidikan, Turki terkenal dengan program Pasiadnya.

”Pada ajang olimpiade dunia, hampir 90 persen yang sukses tersebut di bawah kerja sama dengan Turki. Dan kita ingin menjajaki hal ini, serta prosesnya sudah kita lakukan. Bila terwujud, akan diterapkan di SMA 1 Sumbar di Padangpanjang,” kata Irwan.

*Pos Metro Padang

Posted by @A.history

Tiba di Kaltim, Anis Matta Islamkan Seorang Warga Amerika

Written By Unknown on 12 April, 2013 | April 12, 2013



Warga Balikpapan mungkin memang telah terbiasa melihat warga negara asing. Sebagai kota yang terkenal dengan jasa migas, warga asing memang tersebar di berbagai perusahaan yang ada di Balikpapan. Namun tentunya, hanya sedikit di antara mereka yang memeluk Islam.

Selepas mengisi khutbah Jumat di Masjid Istiqomah Komp. Pertamina Balikpapan, Anis Matta menyaksikan proses peng-Islaman seorang warga negara Amerika. Tidak hanya itu, beliau bahkan menuntun muallaf bernama Anthony Koster itu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Anis kemudian bertanya kepada sang muallaf, apakah ada nama hijrah yang telah ia pilih? Koster menjawab dengan mantap, “Muhammad.” Kontan saja jamaah sholat Jumat yang menyaksikan menyambut dengan seruan takbir.

Kepada Muhammad, Anis berkata bahwa sebagai saudara seiman ia berpesan bahwa setelah ini harus mempelajari Islam lebih dalam lagi.

*Politik Kompasiana


posted by @A.history

PKS Belajar Cinta kepada Habibie



Jakarta - Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sosok mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie begitu melekat dan inspiratif. Habibie telah mengajarkan bahwa politik dan kekuasaan tidak bisa mengalahkan cintanya yang begitu besar kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Karenanya, PKS menobatkan Habibie sebagai guru demokrasi Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden PKS Muhammad Anis Matta dalam acara Milad ke-15 PKS, bertajuk 'Membangun Demokrasi untuk Kesejahteraan' di Aula Birawa, Komplek Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

"Pak Habibie adalah sosok yang spesial bagi PKS. Inspirasinya mengajarkan bahwa politik dan kekuasaan harus didekati dengan cinta dan bukan untuk kepentingan pragmatis dan golongan semata. Inilah Budaya Politik yang menjadi inspirasi PKS," kata Anis.

Pelajaran penting dari Habibie, tambah Anis, adalah kemampuannya untuk mendekati politik dan kekuasaan dengan cinta. Bagi Habibie meninggalkan kekuasaan bukanlah suatu yang harus diratapi dengan kesedihan. Inilah budaya politik yang menjadi inspirasi PKS.

"Seorang yang merebut kekuasan dengan cinta maka akan meninggalkan kekuasaan dengan cinta. Cinta yang besar kepada rakyat daripada kepentingan pragmatisnya. Ini budaya politik yang diajarkan pak Habibie dan menjadi inspirasi PKS," demikian Anis. 


*Inilah.com

posted by Adimin

Pasar Bandarbuat Tak Kunjung Selesai, Komisi II Gregetan



SAWAHAN, METRO - Ketua Komisi II Arnedi Yamen mengaku gregetan dengan pola pembenahan pasar Bandarbuat yang dilakukan Pemko Padang. Permasalahan Pasar Bandarbuat sudah menjadi permasalahan yang berbolak-balik dan tidak kunjung selesai.

“Sebelumnya ada beberapa prasyarat yang diminta oleh pedagang yang harus dipenuhi oleh investor. Hal ini juga  belum diwujudkan dan menjadi. Kendalanya saat ini adalah  kelengkapan yang ada pada lantai dua pasar yang belum memadai,” jelas kader PKS itu.

Dikatakan pada  awal dahulu, tahun 2011, Pemko pernah berjanji menutup dari kerusakan tersebut. Akan tetapi tapi tidak dikerjakan. Begitu juga ketika akan dilakukan pemindahan. Dia berharap harus ada ketegasan dari Pemko, ketika pedagang dipindahkan ke lantai dua maka bagian bawah tidak dipakai lagi.

“Nah, ketika pedagang dipindahkan ke atas, bagian bawah masih juga dimanfaatkan, Jadi, ada ketidakadilan dalam hal ini. Kondisinya tidak begitu nyaman berjualan di bagian atas dan mengurangi jual beli mereka para pedagang,” ungkapnya.

Pihaknya menilai tidak ada keseriusan Pemko dalam pengelolaan pasar.  “Manajemen yang tidak baik dan kemauan untuk mengelola kurang. Cenderung dibiarkan semua. Ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada keberpihakan pada masyarakat. Kita cukup gregetan juga melihat tingkah pemko,” tuturnya.

Kepala Dinas Pasar Tasril Tasar, justru membantah hal tersebut. Ia mengatakan  ada orang-orang tertentu di Pasar Bandarbuat yang melakukan aktivitas illegal diantaranya pemungutan, penyewaan payung, bahkan pedagang yang datang dari luar juga dilakukan pemungutan pembayaran.

“Secara menyeluruh, para pedagang menginginkan hal yang terbaik. Daripada tetap bertahan dengan suasana yang becek, tergenang air,  dan tidak memadai untuk ukuran pasar satelit,” jelas Tasril.

Ia menilai ada kecemasan dari pedagang  akan kehilangan lapangan pekerjaan. Pihaknya mengakui telah memberikan dengan memfasilitasi pedagang dengan investor agar mereka tidak akan kehilangan pekerjaan.

Bahkan, lanjutnya, Dinas Pasar juga telah memberikan petak-petak baru dibagian atas tersebut. Akan tetapi prosedurnya disamakan dengan pedagang lain. “Tapi kenyataannya tetap terjadi kontra di lapangan,” keluhnya.

Solusi jangka pendek yang ditawarkan Dinas Pasar adalah untuk terus melakukan pendekatan kepada pedagang pasar. Karena pedagang tidak mau pindah, maka berimbas pada kemacetan lalu lintas. Padahal, kondisi berjualan di lantai II akan lebih nyaman.

“Kita sudah memasang listrik, berikan WC, alirkan air dan perbaikan air. Ibarat pindah ke rumah baru, maka tidak akan langsung sempurna, semuanya butuh proses. Kalau berkutat dengan masalah pindah terus, yang rugi adalah pedagang sendiri,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam hal ini pedagang tidak dibebankan biaya. Untuk petak toko yang ada di lantai dua nantinya adalah urusan pedagang dengan investor. “Seharusnya pasar Bandarbuat ini adalah pasar yang paling bagus di seluruh pasar satelit yang ada. Apalagi posisi yang strategis yang  juga ada BUMN. Kalau keadaannya baik dan pedagang naik keatas, maka program CSR dari BUMN bisa dimanfaatkan,” tutupnya.

*Posmetro Padang


posted by @A.history

Dikeroyok 12 Partai, e e e . . PKS tetap Menang



PKS menang lagi !
PKS menang lagi !
PKS menang lagi !

PKS menang VS keroyokan 12 Parpol di
Pilkada Kabupaten Seruyan, Kal-teng.

Sudarsono, kader PKS maju sebagai calon Bupati lewat jalur independen (karena PKS tak punya kursi di DPRD Kab. Seruyan) berhasil memenangkan pilkada Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah yang berlangsung 4 April 2013 yang diikuti dua pasang calon.

Alhamdulillah, dia mengalahkan keroyokan semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD Seruyan yang mengusung pasangan H Achmad Ruswandi-H Sutrisno (Harus). Ahmad Ruswandi sendiri adalah anak bupati incumbent Darwan Ali yang sudah 2x terpilih Sepekan setelah pencoblosan, Rabu (10/4), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seruyan, secara resmi menetapkan pasangan nomor urut satu Sudarsono-Yulhaidir (Surya) yang maju melalui jalur independen sebagai pemenang.

Sudarsono, SH- Yulhaidir 53.65%,
Ahmad Ruswandi - Sutrisno, SH 46.34%.

 PKS yang berhasil mengalahkan keroyokan 12 partai koalisi PDIP, Demokrat, Golkar, PKB, PAN,Hanura, Gerindra, PPRN, PKPB, PBB, PPP dan Partai Kedaulatan.

Allah SWT telah memberi kemenangan ini. Allahu Akbar !!

NOTHING IS IMPOSIBBLE
(Tidak ada yang tidak mungkin)
 
Jika Allah yang menolong PKS

sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/04/11/woow-pks-dikeroyok-12-partai-550317.html

posted by Adimin

H. Mahyeldi Goro Bersama Ibu-ibu Timbun Jalan Lada Kaladi

Written By Unknown on 11 April, 2013 | April 11, 2013



Padang - Hamparan padi tengah menghijau, selesai disiangi, para kaum ibu juga sedang tak punya kegiatan, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Drs. H. Hariadi Dahlan datang menawarkan pekerjaan untuk menimbun badan jalan Ladang Kaladi, Rt 04 Rw 06 Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji. Sebanyak 88 kaum perempuan menyambut dengan gembira bekerja menimbun badan jalan di daerahnya sepanjang 1 Km. Sehubungan dengan itu, Wakil Walikota H. Mahyeldi Ansharullah meninjau kaum ibu-ibu yang sedang bersitungkin bekerja, Kamis (11/4).

Memperhatikan dan mengamati kaum ibu-ibu mengayunkan cangkul, mengangkut tanah, Wakil Walikota H. Mahyeldi Ansharullah tersenyum dan terpana sejenak, karena terik sangsurya mulai terasa menyegat. Tapi kaum ibu-ibu tetap bersemangat melakukan pekerjaan menimbun badan jalan Ladang Kaladi itu. Maka untuk makan siang, Wakil Walikota H. Mahyeldi Ansharullah memberikan 100 nasi bungkus kepada kaum ibu –ibu dan yang lainnya. Akhirnya H. Mahyeldi ikut serta goro bersama –sama kaum ibu ibu tersebut dan tak peduli celananya kotor.

Kadis Sosial dan Tenaga Kerja H. Hariadi Dahlan yang akrab disapa mamak Awang oleh warga daerah itu menyebutkan, memang benar mayoritas yang melakukan penimbunan badan jalan Ladang Kaladi ini kaum ibu-ibu, kebetulan pertanian mereka, padi sedang tumbuh subur, hanya menunggu berbuah dan masak, jadi senggang waktu itu dimanfaatkan mereka semua. Dan ternayata bersedia, memperoleh gaji setengah hari setiap Rp 45 ribu selama satu bulan. Lumayan menambah penghasilan mereka.

Selain itu, sebahagian lelaki, mencor jembatan yang pernah rubuh dulu akibat dilewati kendaraan bermuatan berat. Kenyataan, mereka senang bekerja, sebab memperbaiki badan jalan yang akan dilalui sendiri, lalu dibayar. Maka dalam waktu yang tak lama lagi, semua mereka dengan mudah mengangkut hasil pertanian dengan kendaraan roda empat (mobil), sekejab mata bisa sampai di pusat keramaian Sungai Sapiah atau ke Lubuak Minturun. (*) Irwandi Rais
*padang.go.id
posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger