Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 04, 2014
posted by @Adimin
Sebuah Pemikiran Untuk Kota Padang Masa Depan
Written By Anonymous on 04 April, 2014 | April 04, 2014
Oleh: Drs. Muhidi, MM (Ketua DPD PKS Kota Padang)
Kota Padang sebagai ibukota Propinsi Sumatera Barat pernah mengalami masa indah sebagai tujuan utama sebagai kota pendidikan, wisata, dan perdagangan. Daerah-daerah sekitar dan bahkan dari luar propinsi berdatangan ke Kota Padang, namun pada tahun-tahun terakhir sepertinya Kota Padang sudah tidak lagi menjadi kota tujuan utama.
Berbagai permasalahan kota Padang seperti ketiadaan terminal Bus dan Angkot, kondisi pasar yang semrawut, banjir, objek wisata tidak terawat, ketertiban dan keindahan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat sepertinya cenderung "stagnan" terutama pasca gempa 2009. Selain itu permasalahan penyakit masyarakat seperti perjudian, maksiat, narkoba semakin merajalela di tengah masyarakat.
Berangkat dari berbagai permasalahan di atas, maka sudah saatnya kerinduan masyarakat akan kota masa lalu yang bersih dan indah menjadi tanggung jawab pemerintah (eksekutif) dan legislatif (DPRD). Tahun 2014 ini merupakan momen yang sangat tepat serta amanah amat berat tertumpang kepada kepemimpinan Kota Padang yang baru serta para wakil rakyat (DPRD) yang akan mewujudkan perubahan di "Kota Bingkuang" ini.
Masyarakat sangat mengharapkan pemerintahan yang komit dan konsisten dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Hubungan komunikasi yang sehat antara Walikota beserta jajarannya (eksekutif) dengan DPRD (legislatif) harus dibangun atas dasar kepentingan rakyat yang merindukan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejateraan, penataan pemerintahan (good governence), pariwisata dan peningkatan investasi yang dibarengi dengan peningkatan dibidang budaya dan keagamaan.
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
Profil Caleg,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
Menang di Pilkada Padang | PKS Sempurnakan Kemenangan Pada Pemilu 9 April
Sukses memenangkan Pilkada Padang putaran pertama 30 Oktober 2013 dan putran kedua 5 Maret 2014, membuat keyakinan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin dicintai warga Kota Padang. Kemenangan ini, akan terasa lebih sempurna, saat PKS bertekad memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang.
Saat berkampanye di Padang, Sumbar, 25 Maret lalu, Presiden PKS Anis Matta menginginkan kader-kader PKS di Kota Padang dan Sumbar untuk menyempurnakan kemenangan di Pilkada Padang. Bahkan, Anis Matta yang juga calon presiden PKS itu meminta PKS Padang mampu mendapatkan suara minimal 30 persen, atau 15 dari 45 kursi di DPRD Padang.
Ketua DPD PKS Kota Padang Drs Muhidi MM optimistis mampu menjawab tantangan DPP tersebut. Karena, semua kader dan seluruh caleg yang tersebar di 5 daerah pemilihan, telah jauh-jauh hari mempersiapkan. Mereka yakin, PKS masih menjadi pilihan utama partai politik (parpol) di Padang. PKS yakin “memutihkan” ibu kota Sumbar ini.
“Kami yakin mampu merealisasikan amanah presiden. PKS masih memiliki kader-kader yang solid, dan menyebar di semua dapil yang ada. Apalagi, dukungan relawan yang kian bertambah, serta kepercayaan masyarakat yang semakin menjadi-jadi,” kata Muhidi, caleg dari Dapil IV Kota Padang, didampingi Sekretaris DPD PKS Padang Muharlion SPd (Caleg Dapil I Kota Padang).
Kampanye Gebrak Ruang Publik
Seperti diketahui, penelitian PKS mengungkap fakta, 43,3 persen dari 186,612 juta orang yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT), berusia muda. Besarnya potensi kaum muda yang selama ini cenderung apolitis, kemudian jadi fokus garapan partai dakwah yang kini memilih lebih terbuka itu.
Para petinggi partai nomor urut 3 ini pun, kemudian merefleksikan diri layaknya keseharian kaum muda Indonesia itu. Tampil lah sosok Presiden PKS, Anis Matta yang trendy dan gaul sebagaimana terlihat di kampanye nasional PKS di Padang, 25 Maret lalu.
Mengenakan celana jeans warna gelap, kemeja putih dengan lengan digulung, pria asal Sulawesi Selatan itu menghipnotis 50 ribu lebih massa yang memutihkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol.
Seakan tak mau kalah, anggota majelis Dewan Syuro PKS yang juga Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno juga tampak keluar dari main stream tampilan kader partai dakwah itu. Melantunkan tembang ciptaannya, “Kaulah Istriku” lalu ikut memainkan drum, mengungkap sisi lain dari pria bergelar Dt Rajo Bandaro Basa ini. Apalagi, dia juga kerap blusukan ke pelosok Sumbar sembari mengendarai motor trail.
Begitu juga dengan Sekjen DPP PKS, Taufik Ridho yang juga vokalis grup nashid Shoutul Harokah. Lagu bernuansa Islami yang dilantukan secara acapela, semakin menguatkan partai itu ingin menyasar kaum muda. Mengubah tampilan diri, juga terlihat pada keseharian kader dan simpatisan PKS serta sejumlah anggota DPR dari PKS.
“Saya merasakan aroma kemenangan. Itu tergambar dari wajah-wajah kader di Sumatera Barat ini. Hal serupa juga terlihat saat berkampanye di daerah lain di Indonesia,” kata Anis Matta saat berdialog di Graha Pena Padang (kantor POSMETRO grup).
Tak heran kemudian, di hadapan 50 ribu lebih massa yang memutihkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, pria asal Bone, Sulawesi Selatan itu kemudian mengutip kisah Nabi Yusuf, sebagai refleksi perjalanan partai dengan nomor urut 3 itu di kancah demokrasi Indonesia.
“Berkat pertolongan Allah SWT serta semangat dan kerja keras kader, kita sudah bisa keluar dari ‘sumur Nabi Yusuf.’ Saatnya kini kita menatap masa depan dengan lebih optimis. Ujian, cobaan dan rintangan yang ada, telah membuat kita makin kuat, solid dan tentunya makin beriman kepada Allah SWT,” tutur satu di antara tiga Capres yang disiapkan PKS menghadapi pemilu presiden nanti.
Di penghujung orasinya, Anis lalu berucap, “Istana ini sudah pernah merasakan merah, sudah pernah rasa kuning, sudah pernah rasa biru. Yang belum apa,” tanya Anis yang dijawab dengan suara koor oleh puluhan ribu peserta kampanye dengan kata “Putih.”
“Mari kita ‘memutihkan’ istana dengan cara mencoblos PKS, nomor urut 3, di pemilu 9 April nanti,” ajaknya. (*)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
posted by @Adimin
Jatuh Cinta pada PKS - Status BBM seorang sahabat #MantaPKS
Setelah melewati masa kampanye, banyak menyerap informasi dan berita dari berbagai media, saya memutuskan untuk memilih PKS pada pemilu 9 April 2014 nanti. Apa alasannya?
1) PKS banyak diberitakan pimpinannya korupsi, kenyataannya berada di peringkat paling bawah daftar korupsi partai. Bahkan kasusnya belum benar2 terbukti, masih dalam proses hukum. Banyak partai yang nilep uang negara dalam jumlah yang lebih banyak dan sudah diputuskan final bersalah.
2) PKS banyak dibully karena beberapa pengurusnya poligami. Bagiku itu urusan pribadi mereka. Toh poligami juga sah menurut agama. Yang penting mereka amanah dan kapabel mengurus keluarga, juga kapabel mengurus negara. Idola saya Soekarno juga poligami, dan itu tidak mengurangi kapabilitas kepemimpinannya.
3) Sepanjang mereka di-bully media, malah kiprahnya di masyarakat semakin terbukti. Mereka terdepan dalam membantu korban bencana, banjir, tanah longsor, asap, dll. Kampung kami kebanjiran Februari lalu dan PKS yang giat membantu.
4) Kampanya mereka santun, rapi, bersih, tertib. Dan itu loh, menyediakan tempat bermain anak2. Partai mana yang membuat hal spt itu? Perhatian mereka pada keluarga sungguh mempesona.
5) Kaum laki-lakinya santun, ramah, mudah bergaul di masyarakat. Mereka rajin sholat, banyak yang jadi ustadz memberi pengajian dan mengajarkan al quran.
6) Kaum wanitanya santun, ramah, dan menjaga martabat sebagai wanita. Kaum ibunya penuh kasih sayang, terlihat dari caranya menggendong anak bayinya, anak-anak balita dan memperlakukan putra-putrinya yang remaja.
7) Dan yang luar biasa, kemana-mana ketemu orang baik kok ya mereka kader PKS. Mau tahu?
8) Saya ketemu seorang direktur utama sebuah perusahaan di jakarta, sudah lama kenal, orang santun, berwibawa, baik, terlihat shalih, pintar dan rendah hati. Kemarin baru tahu dia caleg DPR RI dari PKS Ah, PKS. Membuatku jatuh cinta. Apapun yang terjadi aku terlanjur memutuskan untuk memilihmu pemilu 9 April nanti. Ini pilihanku, mana pilihanmu?
*https://www.facebook.com/notes/paljariati-yusral/jatuh-cinta-pada-pks-status-bbm-seorang-sahabat-mantapks/366937780112757
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
Dr. Amir Faishol Fath
@amirfath
Pakar Tafsir Al Quran International Islamic University Islamabad
[sumber: pkssumut]
posted by @Adimin
Do'a PKS | by @amirfath
Dr. Amir Faishol Fath
@amirfath
Pakar Tafsir Al Quran International Islamic University Islamabad
1. Saya terharu ketika kader2 PKS berdoa : ya Allah bentulah kami, kami hambaMu yg lemah, maka Engkaulah kekuatan kami #doapks
2. Sambil memandang kebsaran Allah, air mata mereka berdearai, mereka berkata : kami tidak punya apa2, kecuali hanya pertolonganMu #doapks
3. Dalam #doapks terucap: ya Allah kami banyak mengalami sandungan, tapi Engkau Maha Penolong, kami orang lemah tapi Engkau Maha perkasa
4. Ya Allah, kami hanya bisa melayani dg senyum dan semangat iman, Sebab hanya ini yg kami punya, bantulah kami ya Allah #doapks
5. Ya, Allah banyak kebaikan yg kami perbuat, hanya Engkau yg tahu, karena kami tidak punya media, dan kami tdk butuh pencitraan #doapks
6. Ya Allah kami buat ini karena kami cinta negeri ini, bangsa ini, umat ini. Kami ingin memberikan yg terbaik dari kemampuan kami #doapks
7. Ya Allah, sudah lam kami merdeka, tapi kami masih belum sejahtera, padahal negeri kami kaya, bantulah kami jaln keluar #doapks
8. Ya, Allah, kami seperti Nabi Yusuf yg sedang berjuang ingin memperbaiki negeri, dan ternyata untuk itu harus jatuh ke sumur dulu #doapks
9. Ya Allah hanya Engkau yg bisa keluarkan kami dari sumur dan membuat kami berperan membantu negeri #doapks
10. Ya Allah kami ingin negeri kami berdaya membantu kemanusiaan tidak hanya untuk rakyatnya tetapi juga untuk semua di muka bumi #doapks
11. Ya Allah, kami hidup di sebuah zaman yg tidak lagi menghargai kemanusiaan, bantulah kami untuk bisa bermakna dlm proses ini #doapks
12. Ya Allah saat ini kami hanya bisa membuka baksos (bakti soaial), menancapkan bendera dalam jiiwa, karena hanya ini maksimal usaha kami.
[sumber: pkssumut]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
posted by @Adimin
BPK: Gubernur Sumbar Satu-satunya Gubernur yg paham Aturan BPK
Ketua BPK RI Hadi Purnomo menilai bahwa Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno merupakan satu-satunya Gubernur yang memahami tentang aturan BPK sehingga BPK tidak perlu menjelaskan lagi.
"Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah pantas menjadi kandidat Anggota BPK jika telah menyelesaikan jabatan Gubernur," ujar Hadi Purnomo saat menyampaikan kata sambutan dalam acara penandatanganan MoU kesepakatan bersama tentang akses data transaksi rekening pemerintah provinsi/kabupaten/kota se-Sumatera Barat secara online pada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat (Bank Nagari) dalam rangka pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah, di Auditorium Kantor Pusat BPK RI Jakarta, Senin (1/4) lalu.
Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan kesepakatan bersama ini dimaksudkan untuk memungkinkan BPK mengakses secara online seluruh transaksi kas pemerintah daerah secara "Real Time " yang ada pada Bank Nagari.
Hal ini merupakan salah satu implementasi e-audit BPK pada pemerintah daerah, sesuai dengan pasal 10 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan ketentuan pasal 9 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 15 tahun 2006 tentang Badan Pemeriksaan Keuangan.
“Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pelaksanaan akses data transaksi rekening pemerintah daerah secara online pada Bank Nagari dalam rangka pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang efisen dan transparan,” ungkapnya.
Menurut Irwan, penandatanganan kesepakatan bersama ini sangat penting karena akan tercipta "e-audit financial tracking“ yang akan memberikan manfaat bagi pemerintah provinsi/kabupaten/kota se-Sumatera Barat serta Bank Nagari.
"Manfaat lain dapat mencegah secara dini anomali/penyimpangan transaksi kas pemerintah daerah dan mempercepat proses penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK sehingga mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah," lanjutnya.
Disamping itu dengan e-audit financial tracking juga dapat meningkatkan kehatian-hatian aparatur karena merasa terus diawasi. Menjadikan pekerjaan auditor lebih praktis dan efisien.
"Dengan sistem ini juga dapat mengurangi waktu SKPD melayani keperluan data auditor dan bagi Bank Nagari akses online dapat digunakan untuk mendorong pengembangan Cash Management System (CMS) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) pemerintah daerah,” jelas Irwan. [dep/ngs]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
Assalamu'alaykum...
Saya simpatisan PKS dari Pekanbaru.
Harapan saya cuma (lebih dari) satu yaitu,
1) PKS menjadi partai panutan masyarakat Indonesia khususnya kaum muslimin.
2) PKS tetap konsisten dengan ringan tangannya dalam membantu masyarakat yang ditimpa bencana.
3) Konsisten menjadi partai yang beda di saat partai lainnya merendahkan diri dengan kampanye pornoaksi, ugal-ugalan di jalanan, dsb.
4) Juga saya berharap PKS tidak berkoalisi dengan partai beraroma sekuler dengan rating kasus korupsi tertinggi. Lebih baik kita menjadi oposisi daripada meraih suara dengan menjatuhkan martabat PKS.
Demikian harapan saya.
Jika PKS konsisten, saya pun konsisten. Salam 3 Besar. MantaPKS
Wassalam..
Filmia Utami
(filmia.utami@gmail.com)
posted by @Adimin
Harapan Simpatisan PKS
Assalamu'alaykum...
Saya simpatisan PKS dari Pekanbaru.
Harapan saya cuma (lebih dari) satu yaitu,
1) PKS menjadi partai panutan masyarakat Indonesia khususnya kaum muslimin.
2) PKS tetap konsisten dengan ringan tangannya dalam membantu masyarakat yang ditimpa bencana.
3) Konsisten menjadi partai yang beda di saat partai lainnya merendahkan diri dengan kampanye pornoaksi, ugal-ugalan di jalanan, dsb.
4) Juga saya berharap PKS tidak berkoalisi dengan partai beraroma sekuler dengan rating kasus korupsi tertinggi. Lebih baik kita menjadi oposisi daripada meraih suara dengan menjatuhkan martabat PKS.
Demikian harapan saya.
Jika PKS konsisten, saya pun konsisten. Salam 3 Besar. MantaPKS
Wassalam..
Filmia Utami
(filmia.utami@gmail.com)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
Selebaran Black Campaign Menyerang PKS
Aroma kemenangan PKS yang sudah tercium di beberapa pemilu luar negeri dan aksi aksi kampanye PKS di beberapa daerah yang berhasil memutihkan dan menyedot perhatian masyarakat, ternyata menarik perhatian parpol lain.
Namun bukanya berkompetisi secara sehat, yang dilakukan parpol parpol itu malah mencederai Demokrasi itu sendiri.
Seperti yang terjadi di wilayah DPC Cilodong kota Depok dini hari tadi, tim ronda tiap DPRa menemukan ribuan selebaran Black Campaign (BC) yang disebar menjelang waktu subuh. Tim berusaha mengejar pelaku yang menggunakan sepeda motor matic, namun sejurus kemudian menghilang di kegelapan malam.
Selanjutnya bergeraklah seluruh kader untuk menyisir lembaran BC tersebut agar tidak sampai mencederai suasana pemilu yang Luber.
Lembaran BC diketemukan di sepanjang jalan jalan utama Kecamatan Cilodong, mulai dari Simpang Depok-Jl Tole Iskandar-BBM-Jl H. Dimun-Jl M Natsir-Jl Abdul Gani-Pasar Pucung dan Jl Raden Saleh.
Semoga pelaku kejahatan politik ini juga parpol atau undergroundnnya cepat sadar. Masyarakat sudah cerdas dan melek politik, tidak mempan dengan bualan murahan tersebut.
*by Suparjiyo
Sekum PKS DPC Cilodong Depok
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
bersambung ke
posted by @Adimin
“Selamatkan Indonesia dengan al-Quran: Pilih Presiden Cinta al-Quran!” (2)
Umat Islam adalah ummatur-risalah. Kita mendapatkan amanah dari Allah
Subhanahu Wata’ala. Kita kibarkan panji Tauhid, meski banyak yang enggan
melirik, bahan ada yang sinis dan mencibirnya
Lalu, datanglah penjajah kuffar. Misi mereka pun jelas: gold, gospel, glory.
Mereka merampok kekayaan alam negeri ini; berusaha memurtadkan kaum
Muslim. Indonesia dianggap sebagai negeri yang siap menerima misi
Injil. Dengan segala kekuatan dan cara, proses pengkristenan negeri ini
dilakukan oleh para penjajah dan kaum misionaris, tanpa pernah berhenti.
KM Panikkar menulis dalam bukunya Asia and Western Dominance:
“Yang mendorong bangsa Portugal (untuk menjajah di Asia adalah) strategi
besar melawan kekuatan politik Islam, melakukan Kristenisasi, dan
keinginan untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah.” Ketika berhasil
menduduki Malaka, D’albuquerqe berpidato, “Tugas besar yang harus kita
abdikan kepada Tuhan kita dalam mengusir orang-orang Moor (Muslim) dari
negara ini dan memadamkan api Sekte Muhammad sehingga ia tidak muncul
lagi sesudah ini…” (Prof. Bilveer Singh, Timor Timur, Indonesia dan Dunia, Mitos dan Kenyataan, (Jakarta: IPS, 1998)).
Adalah sesuatu yang juga luar biasa, berkat lindungan dan pertolongan
Allah Subhanahu Wata’ala, meskipun kuasa politik digenggam kaum kufar
penjajah, selama ratusan tahun, mayoritas penduduk negeri ini masih
tetap bertahan sebagai Muslim. Padahal, selama itu pula, proses
Kristenisasi dan sekularisasi secara konsisten dipaksakan kepada kaum
Muslim. Strategi merusak pemikiran dan aqidah umat Islam, juga devide et impera
– pecah belah dan adu domba — cukup sukses dalam melemahkan kekuatan
internal umat Islam. Sudah menjadi sunnatullah, akan selalu terjadi
benturan abadi antara perjuangan menegakkan misi kenabian (Tauhidullah)
dengan para pendukung kemusyrikan, sehingga Rasulullah saw
memerintahkan umatnya: Jaahidul musyrikiina bi-amwaalikum wa-anfusikum wa-alsinatikum! (Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu dan dengan lidah-mu).
Alhamdulillah, usaha kemerdekaan untuk melepaskan diri dari penjajah
kuffar berhasil. Kaum Muslimin mendukung sepenuhnya usaha kemerdekaan
ini. Para ulama dan tokoh Islam melanjutkan perjuangan para ulama dan
muballigh untuk menjadikan negeri ini sebagai negeri Muslim yang
diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala, menjadi baldatun thayyibatun wa-rabbun ghafur.
Itulah negara yang diatur dengan nilai-nilai Islam, sebagaimana dulu,
Rasulullah saw telah mewujudkan sebuah negara di Madinah dengan Piagam
Madinah yang disebut sebagai konstitusi negara tertulis pertama di dunia
(the first written constitution in the world).
Sepeninggal penjajah, kaum sekuler, kristen, komunis, dan sebagainya,
terus berjuang tiada henti untuk mewujudkan negara sesuai dengan
nilai-nilai yang mereka anut. Terjadilah pergulatan pemikiran dan
aspirasi yang terus-menerus hingga kini. Pasca Perang Dingin, dengan
dukungan kekuatan penguasa dunia dari peradaban Barat, kaum
liberal-sekuler semakin mendapat angin untuk memposisikan Indonesia
sebagai negara sekuler.
Mereka berhasil membajak pemahaman terhadap Pancasila dan memaksakan
penafsiran sekuler atas Pancasila, sehingga Pancasila diajarkan di
sekolah-sekolah sebagai “pandangan hidup” , “pedoman amal” dan sumber
dari segala sumber hukum, yang seharusnya merupakan wilayah Islam.
Anak-anak kaum muslim dipaksa berpikir dualistis dan terbelah sikap dan
pemikirannya. Sebab, anak-anak Muslim itu sudah diajar oleh para ulama,
ustad, dan guru-guru agana, bahwa Islam adalah pandangan hidup dan
sekaligus pedoman amal mereka. Pancasila dijadikan sebagai agama, atau
diletakkan sejajar dengan agama. Itu jelas keliru dalam pandangan Islam.
Panggung politik
Sejalan dengan dominannya pandangan hidup sekuler, dunia politik di
Indonesia pun tampaknya semakin didomnasi wacana politik sekuler.
Wacana-wacana duniawi, urusan ekonomi, janji-janji kesejahteraan
duniawi, menjadi sangat dominan. Wacana keimanan, akhlak, dan
pembangunan jiwa menjadi terpinggirkan; dianggap “tidak laku dijual”.
Panggung politik nyaris tak mendendangkan ‘nyanyian’ politisi Muslim
yang menyerukan secara terbuka pentingnya negara Indonesia ini hidup di
bawah naungan al-Quran, merumuskan perundang-undangan yang bersumberkan
syariat Islam, atau menolak perundang-undangan yang bertentangan dengan
syariat Allah Subhanahu Wata’ala.
Bukankah aneh, jika aturan penjajah lebih dijunjung tinggi dibandingkan dengan aturan Tuhan Yang Maha Esa
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
April 04, 2014
pkssumut.or.id, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersaing ketat di media sosial selama bulan Maret-April 2014, dimana PKS menempati peringkat pertama dan PDIP peringkat kedua. hal itu diungkapkan Mulyadi Nurdin, MH, ketua Independent Research Institute, Kamis (03/4/2014) setelah melakukan survey popularitas partai politik periode Maret-April 2014.
Menurut keterangan Mulyadi Nurdin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Menguasai 25 persen pembicaraan di media sosial selama bulan Maret-April 2014, disusul PDIP sebanyak 19,5 persen, sekaligus menempatkan PKS sebagai partai paling populer di media sosial selama bulan tersebut.
Ketua Independent Research Institute, Mulyadi Nurdin, MH juga mengatakan bahwa popularitas partai politik selama bulan Maret-April 2014 rata-rata mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sehingga merubah posisi popularitas partai dibandingkan bulan Februari lalu.
“Bulan Februari 2014 partai paling populer masih dikuasai Demokrat, tapi bulan April Demokrat sudah bergeser ke peringkat tiga karena disalip PDIP dan PKS,” jelas Mulyadi Nurdin.
Mulyadi Nurdin, MH selanjutnya menjelaskan bahwa selama periode 1 Maret sampai 1 April yang disurvey lembanganya, terdapat 2.129.591 pembicaraan tentang partai politik nasional, dimana PKS dibicarakan sebanyak 535.937 kali (25,2 persen), disusul PDIP 414.328 kali (19,5 persen), Demokrat 380.611 kali (17,9 persen), Golkar 254.571 kali (12 persen), Gerindra 186.477 kali (8,8 persen), kalau dikumpulkan total pembicaraan lima partai ini saja sudah mencapai 83,2 persen dari total pembicaraan, selebihnya baru partai lain.
Mulyadi Nurdin, MH menjelaskan bahwa Independent Research Institute mengatakan survey berkala terhadap popularitas partai politik di media sosial dengan menganalisis lebih dari 240 Juta akun media sosial di seluruh dunia terhadap topik terkait. Survey tersebut dilakukan mulai tanggal 1 maret sampai dengan 1 April 2014 dengan tingkat kepercayaan 99 persen, dan margin of error 1 persen.
Berikut daftar total pembicaraan tentang partai politik selama periode Maret-April 2014 sesuai peringkat:
1. PKS: 535.937 kali
2. PDIP: 414.328 kali
3. Demokrat: 380.611 kali
4. Golkar: 254.571 kali
5. GERINDRA: 186.477 kali
6. PKB: 110.475 kali
7. NASDEM: 109.920 kali
8. HANURA: 79.923 kali
9. PKPI: 24.865 kali
10. PPP: 16.109 kali
11. PAN: 12.173 kali
12. PBB: 4.202 kali
____
Independent Research Institute (IRI)/ Lembaga Riset Independen
posted by @Adimin
Survei IRI: "PKS dan PDIP Bersaing Ketat di Media Sosial"
pkssumut.or.id, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersaing ketat di media sosial selama bulan Maret-April 2014, dimana PKS menempati peringkat pertama dan PDIP peringkat kedua. hal itu diungkapkan Mulyadi Nurdin, MH, ketua Independent Research Institute, Kamis (03/4/2014) setelah melakukan survey popularitas partai politik periode Maret-April 2014.
Menurut keterangan Mulyadi Nurdin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Menguasai 25 persen pembicaraan di media sosial selama bulan Maret-April 2014, disusul PDIP sebanyak 19,5 persen, sekaligus menempatkan PKS sebagai partai paling populer di media sosial selama bulan tersebut.
Ketua Independent Research Institute, Mulyadi Nurdin, MH juga mengatakan bahwa popularitas partai politik selama bulan Maret-April 2014 rata-rata mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sehingga merubah posisi popularitas partai dibandingkan bulan Februari lalu.
“Bulan Februari 2014 partai paling populer masih dikuasai Demokrat, tapi bulan April Demokrat sudah bergeser ke peringkat tiga karena disalip PDIP dan PKS,” jelas Mulyadi Nurdin.
Mulyadi Nurdin, MH selanjutnya menjelaskan bahwa selama periode 1 Maret sampai 1 April yang disurvey lembanganya, terdapat 2.129.591 pembicaraan tentang partai politik nasional, dimana PKS dibicarakan sebanyak 535.937 kali (25,2 persen), disusul PDIP 414.328 kali (19,5 persen), Demokrat 380.611 kali (17,9 persen), Golkar 254.571 kali (12 persen), Gerindra 186.477 kali (8,8 persen), kalau dikumpulkan total pembicaraan lima partai ini saja sudah mencapai 83,2 persen dari total pembicaraan, selebihnya baru partai lain.
Mulyadi Nurdin, MH menjelaskan bahwa Independent Research Institute mengatakan survey berkala terhadap popularitas partai politik di media sosial dengan menganalisis lebih dari 240 Juta akun media sosial di seluruh dunia terhadap topik terkait. Survey tersebut dilakukan mulai tanggal 1 maret sampai dengan 1 April 2014 dengan tingkat kepercayaan 99 persen, dan margin of error 1 persen.
Berikut daftar total pembicaraan tentang partai politik selama periode Maret-April 2014 sesuai peringkat:
1. PKS: 535.937 kali
2. PDIP: 414.328 kali
3. Demokrat: 380.611 kali
4. Golkar: 254.571 kali
5. GERINDRA: 186.477 kali
6. PKB: 110.475 kali
7. NASDEM: 109.920 kali
8. HANURA: 79.923 kali
9. PKPI: 24.865 kali
10. PPP: 16.109 kali
11. PAN: 12.173 kali
12. PBB: 4.202 kali
____
Independent Research Institute (IRI)/ Lembaga Riset Independen
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 03, 2014
posted by @Adimin
“Selamatkan Indonesia dengan al-Quran: Pilih Presiden Cinta al-Quran!”
Written By Sjam Deddy on 03 April, 2014 | April 03, 2014
Oleh: Dr Adian Husaini
“Andaikan
penduduk suatu negeri mau beriman dan bertaqwa, maka pasti akan Kami
buka pintu-pintu barakah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan
(ajaran-ajaran Allah), maka Kami azab mereka, karena perbuatan mereka
sendiri.” (QS: Al A’raf:96).
AL-QURAN Surat al-A’raf
ayat 96 tersebut dengan sangat gamblang memberi kabar gembira, bahwa
jika suatu bangsa mau mendapatkan kucuran rahmat dan dijauhkan dari
berbagai musibah, maka iman dan taqwa harus dijadikan sebagai nilai
tertinggi dalam pengambilan kebijakan dan keputusan. Tentu saja, itu
termasuk dalam penentuan pemimpin, baik pada tataran keluarga,
kelompok, atau pun pada tataran kenegaraan.
Pemimpin yang beriman dan bartaqwa
pasti bekerja sekuat tenaga menjalankan amanah yang diembannya;
mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan
golongannya; bekerja keras untuk menjaga dan membina iman dan taqwa
bangsanya; bukan sekedar berkutat pada urusan dunia semata; bekerja
keras mencukupi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyatnya; takut azab Allah di
dunia dan akhirat; takut mengambil hak rakyat; dan menangis jika rakyat
susah dan sengsara.
Pemimpin taqwa dan cinta al-Quran,
tidak mau munafik; malu kepada Allah, jika peduli rakyat demi
pencitraan di depan manusia; bukan karena cinta dan takut pada Allah
Subhanahu Wata’ala. Pemimpin taqwa takkan tinggalkan shalat demi
kampanye dan konser sia-sia. Pemimpin taqwa pun cinta bangsa karena
Tuhannya, bukan karena tanah subur semata. Pemimpin taqwa tak hambur
uang negara untuk pesta pora tiada guna, karena takut siksa neraka.
Bagi Muslim, memilih pemimpin berdimensi ibadah; dunia akhirat; bukan
sekedar itung-itungan rebutan kuasa dunia. Berpolitik adalah bagian
dari ibadah dan dakwah, bukan untuk berbangga-bangga akan banyaknya
golongan dan himpun harta benda dunia. Karena itu, pemimpin beriman dan
bertaqwa mustilah zuhud – tidak gila dunia – dan hidup bersahaja; tidak
pamer kemewahan di depan rakyat yang sebagian besarnya masih berkubang
dalam belitan kesulitan hidup.
Dalam Kitab as-Siyasah Syar’iyyah, Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah mengutip hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam yang
memperingatkan kaum Muslimin agar berhati-hati dalam memilih pemimpin:
“Siapa yang mengangkat seseorang untuk mengelola urusan (memimpin)
kaum Muslimin, lalu ia mengangkatnya, sementara pada saat yang sama dia
mengetahui ada orang yang lebih layak dan sesuai (ashlah) daripada orang
yang dipilihnya, maka dia telah berkhianat kepada Allah dan
Rasul-Nya.” (HR Al-Hakim).
Jadi, kita tidak patut sembarangan tentukan pemimpin. Apalagi
pemimpin pada level kenegaraan. Ada tanggung jawab dunia akhirat. Jika
memilih pemimpin bukan yang terbaik menurut kriteria Islam, maka bisa
dikategorikan telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya; na’udzubillahi min dzalika.
Dalam Islam, pemimpin bukan sekedar mengurus masalah dunia. Ia akan
dimintai tanggung jawab di akhirat. Pemimpin bukan sekedar mengurus KTP,
pajak, dan administrasi kependudukan. Tapi, pemimpin akan dimintai
tanggung jawab apakah ia telah berusaha meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan rakyatnya, atau justru ia merusak keimanan rakyatnya.
Pemimpin dalam Islam wajib peduli, apakah rakyatnya menyembah Allah Subhanahu Wata’ala atau menyembah genderuwo;
ia akan sangat peduli, apakah rakyaknya lebih suka beribadah atau hobi
bermaksiat; ia pun berusaha keras untuk mencegah dan menutup pintu-pintu
zina. Sangat aneh, jika pemimpin yang secara formal memeluk agama
Islam, tetapi justru melarang rakyatnya menutup aurat. Sepatutnya,
pemmpin tidak berani menantang Tuhannya dengan melarang jilbab yang
justru diwajibkan Sang Pencipta. Jadi, kepemimpinan dalam Islam memiliki
dimensi ubudiyah dan dimensi akhirat. Jangan dianggap selesai urusannya
di dunia!
*****
Indonesia, negeri kita, kini merupakan negeri Muslim terbesar di
dunia. Dulunya, negeri-negeri di wilayah Nusantara ini 100% Hindu,
Budha, Animis, dan sebagainya. Lalu, datanglah para pejuang Islam yang
hebat dari berbagai negeri Muslim. Mereka bekerja keras, secara
sungguh-sungguh dan terencana untuk meng-Islamkan negeri ini. Mereka
rela meninggakan negeri dan keluarga mereka dengan tujuan mulia,
menyebarkan Islam ke seluruh pelosok dunia, sebagaimana diamanahkan oleh
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam.
Dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh
keinginan luhur maka negeri ini menjadi hampir 100% muslim; bahkan
disebut sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Ini sebuah prestasi
dakwah yang amat sangat luar biasa. Secara pelan dan teratur, proses
Islamisasi pun terus berjalan, dengan segala hambatan dan tantangannya.
Para pejuang Islam itu terus berusaha meningkatkan kualitas keislaman
masyarakat muslim Indonesia, setahap demi setahap. Dakwah tidak pernah
berhenti. Laksana air, ia terus mengalir, mencari tempat-tempat yang
bisa diairi arusnya
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
April 03, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta Jadi Saksi Mualafnya Mudji Massaid
PALU -- Mudji Massaid, adik dari mendiang politisi Partai Demokrat Adji Massaid mengucapkan dua kalimat syahadat di pondok pesantren (Ponpes) Al-Chairaat Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Kamis (3/4/2014).
Mudji yang sosoknya sempat dikenal khalayak sebagai pendamping Angelina Sondakh ketika menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini dituntun Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bersyahadat.
Dalam acara pemualafan itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta hadir dalam acara itu. Anis mengaku bahagia cahaya Islam bisa mengantar Mudji ke gerbang mualaf. Ia senang, hidayah kepada Mudji menguat manakala ikut serta dalam beberapa kampanye yang PKS gelar jelang Pemilu 2014 ini.
"Sebetulnya secara pribadi belum kenal baik, tapi waktu ikut PKS dia ungkapkan ingin masuk Islam, jadi Alhamdulilah sekarang realisasinya Mualaf," ujar Anis. (ROL)
Mudji yang sosoknya sempat dikenal khalayak sebagai pendamping Angelina Sondakh ketika menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini dituntun Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bersyahadat.
Dalam acara pemualafan itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta hadir dalam acara itu. Anis mengaku bahagia cahaya Islam bisa mengantar Mudji ke gerbang mualaf. Ia senang, hidayah kepada Mudji menguat manakala ikut serta dalam beberapa kampanye yang PKS gelar jelang Pemilu 2014 ini.
"Sebetulnya secara pribadi belum kenal baik, tapi waktu ikut PKS dia ungkapkan ingin masuk Islam, jadi Alhamdulilah sekarang realisasinya Mualaf," ujar Anis. (ROL)
![]() |
| Mudji Massaid dihadapan Anis Matta dan Mensos Salim Segaf saat pengucapan syahadat |
![]() |
| Mudji Massaid (dua dari kiri) dan rekan-rekan artis sering ikut dalam acara Kampanye PKS |
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN












